DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 15 Februari 2019 / 09:53 WIB

Musim Rambutan, Pedagang Buah Dadakan Mulai Ramai

YOGYA, KRJOGJA.com - Memasuki pertengahan bulan Februari ini, musim panen bagi buah rambutan. Beberapa daerah sentra budidaya rambutan seperti Ungaran Jawa Tengah (Jateng) maupun Sleman mulai memasok komoditas ini ke pasar-pasar buah. Para pedagang rambutan dadakan juga bisa ditemui di beberapa ruas jalan Yogyakarta untuk memanfaatkan musim buah tersebut.

Salah seorang pedagang rambutan yang mangkal di kawasan Kotabaru Yogyakarta, Ismanto mengatakan pasokan rambutan saat ini memang melimpah. Bahkan kini setia hari ia bisa memasok rambutan untuk dijual hingga 100 kg.

Dikatakannya jika pada hari-hari biasa rambutan akan dijual dengan harga Rp 15.000/kg, namun saat musim panen seperti ini bisa lebih murah dengan kisaran Rp 10.000 - 12.000/kg. Biasanya stok panen yang melimpah seperti ini akan berlangsung sekitar satu hingga dua minggu.

“Kalau kita sebagai penjual hanya mengikuti pasar. Kalau ambilnya (harga beli) sudah rendah, ya kita menjualnya ikut rendah. Tetapi kalau ambilnya tinggi, kita juga mengikuti. Kalau saat ini memang musim panen rambutan sehingga stoknya banyak,” ungkap Ismanto kepada KRJOGJA.com, Kamis (15/02/2019).

Menurutnya saat ini panen yang melimpah yakni rambutan jenis Aceh. Rambutan jenis ini memiliki warna merah terang dengan daging buah tebal dan ‘ngelothok’ serta rasa sangat manis.

Walaupun jenis Aceh, namun rambutan ini untuk wilayah Yogyakarta biasa dipasok dari Kabupaten Sleman. Para pembudidaya banyak menyetok rambutan jenis ini ke sentra pasar-pasar buah seperti Pasar Gamping Sleman.

Sementara itu pedagang buah lainnya, Suratih mengatakan saat awal-awal panen seperti ini biasanya pembeli akan ramai. Pembeli biasanya rata-rata membeli 1 - 2 kg, namun ada pula yang membeli hingga 3 - 5 kg sekaligus.

“Setiap hari hampir seluruh rambutan yang kami jual selalu habis. Jika tidak habis masih bisa dijual untuk satu sampai dua hari kedepan dan pasti habis, kemudian kembali kami membeli stok lagi,” ungkapnya.

Suratih mengaku sebagai pedagang buah ia tak hanya menjual rambutan saja. Jika musim rambutan telah usai, ia akan beralih menjual komoditas buah lainnya yang tengah musim saat itu.

“Karena sebagai penjual buah menjual satu buah saja tidaklah cukup. Setelah satu musim selesai panen maka kami menjual buah lain yang tengah musim,” ujarnya. (Evi Nur Aviah)