DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 15 Februari 2019 / 09:19 WIB

Yogya Bakal Punya Sirkuit Otomotif Terpadu

SLEMAN, KRJOGJA.com - Forum Otomotif Pemuda Pancasila (FOPP) DIY secara resmi dibentuk dan dikukuhkan pengurus barunya Kamis (14/2/2019) malam. Forum yang diinisiasi lintas cabang otomotif ini pun segera bertindak untuk merealisasikan misi besar memajukan dunia otomotif di wilayah DIY.

Pembina FOPP yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY, Faried Jayen Soepardjan mengungkap ada rencana besar kedepan untuk membuat sirkuit terpadu di wilayah DIY. Sirkuit yang kemungkinan besar mengambil lokasi di Kulonprogo tersebut nantinya bakal didesain multifungsi untuk berbagai cabang otomotif mulai balapan di atas aspal layaknya roadrace, gocart dan slalom maupun tanah seperti motocross hingga offroad.

“Kami sudah ada gambaran lokasi lahan, kemungkinan di Kulonprogo dengan pertimbangan nantinya ada bandara baru sehingga akses insan otomotif yang ingin datang ke Yogyakarta semakin mudah. Sirkuit konsepnya terpadu, bisa digunakan untuk berbagai event baik skala nasional maupun internasional. Ini jadi nawaitu dan semoga dalam waktu dekat bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Sirkuit yang membutuhkan lahan sekitar 10 hektare tersebut dikonsepkan sebagai venue serba bisa dengan tribune penonton yang bisa dipindah-pindahkan sesuai jenis kejuaraan. “Tracknya bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan dan terpenting ada tribun penonton yang representatif karena ini kan entertain juga tak melulu olahraga, bisa jadi daya tarik ke Yogyakarta,” imbuh Faried Jayen.

Sementara Satya Sunarso yang merupakan mantan atlet otomotif berprestasi asal DIY menyambut baik adanya rencana pembangunan sirkuit terpadu. Pasalnya, selama ini kejuaraan yang diadakan di DIY hanya meminjam lapangan parkir yang ada di stadion-stadion saja seperti Maguwoharjo dan Mandala Krida.

“Kalau ada sirkuit terpadu, berbagai jenis cabang otomotif bisa dipusatkan di situ jadi jelas ketika ada event di DIY ya ke sirkuit tersebut. Ini saya kira rencana yang menarik dan sangat layak diwujudkan karena bakal punya efek positif ke berbagai bidang seperti ekonomi dan pariwisata selain tentunya prestasi atlet,” ungkap juara dunia gocart kelas master tahun 2006 ini.

Di kalangan atlet pebalap, DIY selalu menjadi daya tarik untuk didatangi ketika ada event baik skala nasional maupun internasional. Keluarga para pebalap hampir pasti disertakan yang secara tak langsung membawa efek positif pada sisi lain perekonomian.

“Biasanya saat anaknya membalap, orangtuanya ikut menyaksikan lalu berlibur sekalian. Pasti mereka lebih lama di Yogya dan menghabiskan uang di Yogya. Kalau banyak event dan kemudian rutin maka sangat menarik tentu saja efeknya,” pungkas Satya. (Fxh)