Peristiwa Editor : Agus Sigit Jumat, 15 Februari 2019 / 02:13 WIB

NAMA HASAN DIN DILESTARIKAN UMB

Jokowi Gantikan JK Buka Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

BENGKULU, KRJOGJA.com - Pelaksanaan pembukaan Sidang Tanwir Muhammadiyah yang rencananya akan dilakukan Wapres Jusuf Kalla, Jumat (15/2) tiba-tiba diumumkan digantikan Presiden Joko Widodo. Pengumuman disampaikan usai makan malam di rumah dinas Walikota Bengkulu, oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad. Tidak disampaikan alasan perubahan acara tersebut, sementara Wapres JK direncanakan untuk menutup Sidang Tanwir, Minggu  (17/2).

Penggantian terasa sangat tiba-tiba dan membuat banyak orang bertanya-tanya. Pasalnya dalam gladi bersih di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Kamis (14/2) petang juga masih untuk Wapres JK. Sementara briefing liputan media oleh Korem  juga masih  untuk Wapres. Tidak dikemukakan alasan mengapa ada perubahan tersebut. Dalam agenda awal dua tokoh bangsa Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan menyampaikan wawasan kebangsaan pada Sabtu dan Minggu. Hanya sejak awal Ketum PP Muhammadiyah menyatakan Minggu (17/2) malam itu dilaksanakan debat capres KPU. "Untuk ikuti debat perlu belajar. Sementara jadwal Tanwir atau debat tak bisa diubah. Kami sudah memberi kesempatan kepada keduanya. Bisa tidaknya, itu urusan mereka berdua. Hanya kami memberikan porsi sama," tambahnya. 

Sebelumnya Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menandatangani beberapa plakat peresmian bangunan milik Muhammadiyah di Bengkulu. Peresmian masjid di kompleks PWM, gedung di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Kiserta membuka pekan seni dan bazar. 

Dalam peresmian itu Muhammadiyah menggunakan di nama tokoh muslim Tionghoa Haji Ahmad Kariem Oei ( Oey Tjeng Hien) untuk masjid di kompleks Muhammadiyah Boarding School. Sedang nama Hasan Din, ayah ibu negara pertama Fatmawati Soekarno, dilestarikan untuk nama Gedung Baru yg pagi ini akan diresmikan Jokowi. (Fsy).