Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 15 Februari 2019 / 11:25 WIB

Maybank Indonesia Bukukan Laba Rp2,2 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk berhasil mengumpulkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2018 melonjak 21,6% mencapai rekor baru sebesar Rp2,2 triliun.

Kinerja positif ini didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset.  Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 20,5% mencapai rekor Rp3,0 triliun, sementara PBT recurring tumbuh 34,3% secara tahunan setelah eliminasi  pendapatan one-off terutama dari penjualan surat berharga pada 2017. 

"Kami mengakhiri tahun keuangan 2018 dengan rekor laba di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.  Perjalanan transformasi kami kini mulai mendatangkan hasil yang positif dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di masa mendatang," ungkap Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria sebagaimana keterangan persnya.

Menurut Taswin Selain melanjutkan transformasi yang tengah berjalan di Perbankan Global dan rekalibrasi model bisnis ritel, perseroan nelakukan transformasi ke depan akan fokus pada optimalisasi teknologi untuk memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik di seluruh touchpoints.  

"Ini akan ditandai dengan peluncuran perbankan digital baru M2U dan perbaikan website kami.  Dengan melakukan ini, kami akan dapat melanjutkan penciptaan nilai untuk kepentingan stakeholder sementara pada saat yang sama akan terus  meningkatkan pertumbuhan.”

Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh 5,2% menjadi Rp8,1 triliun pada Desember 2018 dibanding Rp7,7 triliun tahun lalu.  Implementasi penerapan  pricing yang disiplin oleh Bank secara berkelanjutan disertai efisiensi operasional yang meningkat memungkinkan Bank untuk menahan tekanan pada marjin bunga, menghasilkan peningkatan marjin bunga bersih sebesar 7 basis poin menjadi 5,2%.

Kualitas aset Bank meningkat signifikan seperti tercermin dari tingkat NPL yang lebih rendah sebesar 2,6% (gross) dan 1,5% (net) per 31 Desember 2018 dibanding 2,8% (gross) dan 1,7% (net) tahun lalu, hal ini menegaskan kembali keberhasilan Bank dalam mengelola kualitas aset melalui pertumbuhan yang selektif dan bertanggung jawab. (*)