Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Februari 2019 / 16:49 WIB

Ratusan Santri dan Kiai Geruduk Rumah Dinas Bupati

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Dianggap sebagai biang kemaksiatan, sekitar 500 santri dari pondok pesantren (PP) dan sejumlah kiai di Kabupaten Purworejo menggrudug rumah dinas (Rumdis) bupati di Jalan Dr Setiyabudi Purworejo. Mereka menuntut agar tempat karaoke yang kini mulai merebak di Purworejo ditutup.

“Tempat itu merupakan biang kemaksiatan. Kami tidak ingin masyarakat Purworejo mentalnya rusak. Jika pemerintah tidak bisa menutup kami akan bergerak,” kata Pengasuh PP Daruttauhid Kedungsari KH Thorfur Mawardi, Kamis (14/02/2019).

Para santri dan kiai ini mendatangi rumdis bupati dengan menggunakan kendaraan truk dan kendaran lainnya. Mereka bersama para kiai secara tegas meminta kepada Pemkab Purworejo menutup tempat karaoke.

“Di tempat karaoke itu ternyata juga menyediakan minuman keras (Miras). Padahal di Purworejo sudah ada Perda Miras dengan kadar nol persen,” jelas KH Thorfur Mawardi.

Menangapi hal itu Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol (Inf) Muchlis Gasim SH MSi bersama Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SH SIK MM, Bupati H Agus Bastian SE MM dan Sekda Purworejo Drs Said Romadon berjanji akan segera menutup tempat karaoke yang kini mulai menyebar di wilayah Purworejo. “Tempat itu kalau memang tidak layak, akan segera kita tutup,” tegas Muchlis Gasim.

Sekda Said Romadon juga berjanji akan segera mengumpulkan para pengusaha karaoke. “Kami malalui Satpol PP Linmas dan Damkar akan segera memanggil mereka untuk bertanggungjawab. Kalau memang benar menyediakan Miras, akan segera ditutup,” jelasnya. (Nar)