Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 14 Februari 2019 / 15:59 WIB

Lelang Segera Dimulai, Pemkab Kebumen Beberkan Rekanan Daftar Hitam

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Musim lelang tahun anggaran 2019 akan dimulai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen pada minggu keempat Februari 2019. Namun sejumlah rekanan dipastikan takkan dimenangkan karena sudah masuk daftar hitam Pemkab Kebumen.

"Para rekanan dalam daftar hitam adalah mereka yang kinerjanya gagal karena wan prestasi atau ingkar janji dalam mengerjakan proyek di tahun angaran 2018 dan tahun-tahun sebelumnya," ujar Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Joni Hermawan MT, di ruang kerjanya, Kamis (14/02/2019). 

Menurut Joni data tentang jumlah maupun nama rekanan yang masuk daftar hitam tersebut sudah dimiliki oleh Pemkab Kebumen. Mereka tercatat memiliki kinerja gagal dalam pelaksanaan proyek pengadaan barang maupun jasa di lingkungan Pemkab Kebumen. 

Dengan demikian, bila rekanan tersebut nekad mendaftarkan diri sebagai peserta lelang barang dan jasa di tahun anggaran 2019, maka tak akan diluluskan sebagai pemenang. Berdasarkan aturan, rekanan yang memiliki riwayat kinerja gagal dalam mengerjakan proyek tak bisa mendapatkan proyek di tahun-tahun berikutnya.

"Mereka yang masuk daftar hitam memang tak bisa dicegah untuk mendaftar sebagai peserta lelang, karena pendaftaran dilakukan secara online melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kebumen. Berhubung LPSE Kebumen sudah memiliki daftar hitam rekanan, maka LPSE akan menyatakan rekanan-rekanan tersebut tak bisa diluluskan," ujar Joni.

Masih munculnya kasus kinerja gagal rekanan proyek di Kebumen pada setiap tahun anggaran menurut Joni menjadikan keprihatinan bagi Pemkab Kebumen. Diantaranya, proyek pembangunan taman air mancur di depan Rumah Dinas Bupati Kebumen senilai Rp 2,7 miliar, proyek pengadaan kelengkapan ruang teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kebumen senilai Rp 699 juta serta pembangunan embung di Desa Giritirto Karanggayam  Kebumen senilai Rp 2,3 miliar. 

"Karena itu, harus dibuat sistem agar kinerja gagal tak terulang lagi tahun ini dan tahun-tahun mendatang," ujar Joni.(Dwi)