DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Februari 2019 / 11:39 WIB

Mie Ayam Hijrah, Gratis Bagi Penghafal Al Quran

SEKILAS kuliner satu ini tak ada bedanya dengan sajian mie ayam pada umumnya. Taburan sawi serta potongan ayam melengkapi semangkok mie yang direbus empuk. Terletak di Jalan Kusbini Demangan Gondokusuman Yogyakarta, tempat kuliner ini dinamakan Mie Ayam Hijrah. Satu yang unik dari tempat ini, seporsi mie ayam bakal disajikan secara gratis bagi Anda yang bisa hafal Al Quran.

Sugeng Riyadi, merupakan orang dibalik ide Mie Ayam Hijrah ini. Pedagang yang mengaku telah berjualan mie ayam belasan tahun tersebut membawa konsep Mie Ayam Hijrah dari Sukabumi ke Yogyakarta.

“Dinamakan hijrah karena mengambil hikmah dari pengalaman religi adik saya yang ingin berubah menjadi individu lebih baik. Selain itu kata hijrah juga mengartikan kalau saya telah berpindah dari Sukabumi ke sini (Yogyakarta),” kata Sugeng Riyadi kepada KRJOGJA.com, Kamis (14/02/2019).

Karena hikmah hijrah tersebut, Sugeng Riyadi lantas memiliki ide untuk mengratiskan satu mangkok porsi mie ayam kepada siapapun pembelinya yang bisa hafal Al Quran. Syaratnya, pembeli harus bisa fasih melantunkan beberapa ayat Al Quran di hadapannya. Tak harus merdu, yang penting bisa hafal ayat demi ayat kitab suci tersebut tanpa membacanya.

Menurut Sugeng Riyadi, hal ini ia lakukan sebagai bagian dari syiar agar masyarakat bisa membaca Al Quran dan menghafalkannya. Syukur-syukur sekaligus bisa mengerti dan memahami arti dari ayat-ayat tersebut.

“Disamping mencari rezeki untuk keluarga dari berjualan, ini juga cara saya mencari pahala sekaligus mengajak masyarakat agar tak meninggalkan Al Quran. Namanya hijrah itu tidak harus meninggalkan temen, bahkan bisa nambah temen sembari makan mie,” ujarnya.

Sugeng Riyadi mengaku sudah berhijrah dari Sukabumi ke Yogyakarta sejak tahun 2018. Hampir satu tahun berjualan, omzet yang diraupnya sudah cukup untuk bisa hidup di kota ini.

Harga satu porsi Mie Ayam Hijrah cukup terjangkau, berkisar antara Rp 9.000 - Rp 18.000. Setiap hari Sugeng Riyadi rata-rata bisa menjual lebih dari 50 mangkok porsi mie ayam.

Seperti pada umumnya mie ayam, potongan daging ayam dan sayur sawi menjadi pelengkap sajian kuliner ini. Jika ingin tambahan maka pembeli bisa menambahkan pangsit, bakso, ceker ayam maupun topping lainnya sebagai pelengkap.

Terletak di seberang komplek Balai Yasa PT KAI Daops VI Yogyakarta, Mie Ayam Hijrah akan buka pada pukul 09.00 - 18.00 WIB. Waktu bubaran sekolah maupun jam-jam pulang kantor menjadi saat paling ramai warung mie ayam ini didatangi pembeli.

Ditengah kesibukannya melayani pembeli, setidaknya Sugeng Riyadi bisa bertemu dua hingga tiga orang penghapal Al Quran di tempat ini setiap harinya. Seperti yang ia janjikan, satu porsi mie ayam pun disiapkan untuk segera disajikan bagi mereka. (Evi Nur Afiah)