Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 14 Februari 2019 / 13:51 WIB

Genjot Swasembada, Kebutuhan Pupuk Petani Sukoharjo Dijamin

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Kebutuhan pupuk untuk petani selama musim tanam tahun 2019 dijamin sepenuhnya oleh Pemkab Sukoharjo. Masing masing petani telah mendapatkan kuota sendiri sesuai dengan kebutuhannya dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Namun apabila ada kekurangan maka bisa dilakukan penambahan sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Kamis (14/2/2019) mengatakan, sebagai daerah lumbung pangan Pemkab Sukoharjo sudah memikirkan kebutuhan pupuk untuk para petani. Kebutuhan pupuk dijamin sepenuhnya dan tidak akan mengalami kekurangan karena sebelum ditetapkan pemberian kuota oleh pemerintah telah dilakukan penghitungan pendataan. Karenanya petani tidak perlu resah pada musim tanam selama tahun ini.

Data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo diketahui kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 untuk jenis urea 10.150 ton, SP36 2.000 ton, ZA 3.272 ton, NPK 9.643 ton dan pupuk organik 4.947 ton. Jumlah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan dari semua petani di Sukoharjo.

Pemerintah akan mengirimkan pupuk ke masing masing daerah termasuk untuk Sukoharjo sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Selanjutnya tinggal didistribusikan ke masing masing petani sesuai dengan wilayahnya.

"Pemkab Sukoharjo terus mengenjot petani meningkatkan hasil panen padi pada tahun ini sesuai harapan dari pemerintah pusat agar bisa melaksanakan program ketahanan pangan. Untuk menjalankan program tersebut petani telah dipenuhi semua dan mendapatkan kebutuhan pupuk sesuai kuota yang diberikan pusat," ujarnya.

Petani diharapkan bisa melaksanakan tiga kali tanam padi dengan maksud menambah stok pangan daerah dan nasional. Apabila dalam pelaksanaanya ada kendala maka petani diminta untuk melaporkan ke Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Selanjutnya petugas akan terjun membantu langsung petani.

"Untuk kebutuhan pupuk petani semua sudah dijamin. Kendala semisal serangan hama maka sudah dibantu petugas dengan pembertasan. Sedangkan masalah kekurangan air saat musim kemarau maka petani bisa mengajukan pinjaman alat berupa mesin pompa ke dinas," lanjutnya.

Netty menambahkan, secara umum kuota pupuk yang diberikan pemerintah pusat ke daerah termasuk Kabupaten Sukoharjo sekarang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019. Meski begitu alokasi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan pupuk untuk petani.

Pada tahun 2018 lalu kuota pupuk bersubsidi untuk Sukoharjo berjumlah 33.082 ton untuk lima jenis pupuk, yaitu urea, SP36, ZA, NPK dan organik. Sedangkan tahun 2019 kuota secara keseluruhan 30.012 ton.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah bersiap membantu sepenuhnya petani apabila memang nanti ada kekurangan dengan meminta tambahan ke pusat. Hal itu dilakukan agar petani dapat terus menanam padi dan menambah stok pangan.

"Terpenting penggunaanya dan pengawasannya. Artinya petani menggunakan sesuai takaran atau alokasi yang diberikan dari pusat. Sebab saat ditentukan kuotanya sudah melalui perhitungan petani. Selain itu juga harus membantu pengetatan pengawasan jangan sampai ada pelanggaran distribusi sebab pupuk tersebut bersubsidi," lanjutnya.

Di Sukoharjo menurut catatan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo belum pernah ada kasus pelanggaran pupuk bersubsidi. Sebab pengawasan ketat sudah dilakukan bersama oleh dinas dengan melibatkan petani, kelompok tani dan aparat keamanan. Dengan keterlibatan banyak pihak diharapkan dapat memperkecil bahkan menghindarkan terjadinya kasus pelanggaran. 

Petani sendiri diminta untuk mempercepat tanam padi pada musim tanam I (MT I). Sebab pemenuhan kebutuhan air sudah terpenuhi setelah turun hujan. Jaminan kebutuhan pupuk juga sudah turun dari pusat. Namun disejumlah wilayah masih banyak ditemukan sawah dibiarkan mangkrak begitu saja.

Program percepatan tanam padi tetap dilaksanakan pada tahun ini. Lahan pertanian pada MT I diminta untuk ditanami padi. Hal itu sesuai dengan program dari pemerintah berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Beras masih diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia.

"Stok air sangat melimpah setelah hujan turun dan mampu memenuhi kebutuhan petani. Jadi kami minta petani segera melakukan tanam padi secepatnya mengingat sudah menjadi program pemerintah berkaitan ketahanan pangan nasional dan Sukoharjo masuk menjadi daerah yang diandalkan untuk memberikan suplai beras," lanjutnya. (Mam)