DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Februari 2019 / 11:43 WIB

APK Diharap Mampu jadi Dekorasi Kota

YOGYA, KRJOGJA.com - Pada tahun politik ini, Alat Peraga Kampanye (APK) bersalin fungsi menjadi teroris visual yang rajin menyebar sampah visual iklan politik di ruang publik. Fenomena menjamurnya sampah visual iklan politik di masa kampanye ini membuat keberadaan DIY menjadi cacat dan tercoreng. Demikian dikatakan Inisiator Reresik Sampah Visual dan Dosen Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta Dr Sumbo Tinarbuko.

Sumbo mengatakan, peserta Pemilu 2019 terdiri dari capres dan cawapres serta caleg beserta parpol dan tim suksesnya sebaiknya memberikan contoh positif. Mereka seharusnya mampu menghadirkan bentuk kampanye politik yang menjadikan APK dan iklan politik sebagai sebuah dekorasi kota yang komunikatif, artistik, menarik dan unik.

"Bukan malah sebaliknya seperti terjadi sekarang ini, sampah visual iklan politik dan APK justru mengotori wajah DIY. Mari jaga ruang publik," ajaknya.

Menurut Sumbo, atas kenakalan politik yang dilakukan peserta Pemilu, warga masyarakat merasa tertekan kemerdekaan visualnya. Ujungnya, bencana sosial pun menimpa ruang publik.

Aksi teroris visual atas perintah peserta Pemilu kemudian secara sembarangan menyebar, memaku dan menempelkan sampah visual iklan politik dan APK diberbagai sudut tembok warga, di pagar jembatan, tiang listrik, gardu dan tiang telepon, dahan pohon serta tiang rambu lalu-lintas yang ada di ruang publik di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Atas dasar itulah, kata Sumbo, Komunitas Reresik Sampah Visual yang merupakan tempat berkumpulnya anak muda yang peduli dengan ruang publik serta peduli lingkungan hidup yang ramah secara ekologi visual. (Dev)