Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 14 Februari 2019 / 04:14 WIB

Valentine'S Day Identik Bunga dan Coklat, Begini Ceritanya

VALENTINE'S DAY atau Hari Kasih Sayang yang dirayakan setiap 14 Februari menjadi salah satu momen sebagian besar orang untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada pasangan, baik lewat hadiah atau mengajak ke tempat-tempat romantis. 

Berbicara tentang suprise di hari kasih sayang, sebagian orang pastinya bingung memberikan hadiah kepada orang dicintai. Bunga dan cokelat identik dengan Valentine. Maklum, kedua benda ini dianggap menjadi simbol kasih sayang. Asal tahu saja ya, kedua benda ini punya sejarah panjang untuk menggambarkan perasaan sayang kepada lawan jenis.

Dahulu kala bunga menjadi media untuk menyampaikan pesan non verbal. Lantas pada era 1700-an muncul istilah “language of flowers” di Eropa yang diperkenalkan Raja Charles II dari Swedia. Saat itu berbagi bunga menjadi simbol kekaguman. Sementara memberikan mawar merah melambangkan cinta.

Lalu bagaimana dengan cokelat? Serupa dengan bunga, cokelat juga punya sejarah panjang sebagai simbol kasih sayang. Cokelat Valentine pertama kali diluncurkan di Inggris pada 1868. Saat itu, cokelat dinilai sebagai makanan mewah yang biasa dikonsumsi kalangan atas karena harganya mahal.

Tapi bukan itu yang menjadi alasan mengapa cokelat dijadikan simbol kasih sayang. Makanan yang satu ini punya sifat aphrodisiac, yakni sifat yang bisa membangkitkan gairah. Selain itu cokelat juga bisa meningkatkan mood baik dan perasaan jatuh cinta. 

Sementara itu, dilansir dari smithsonianmag.com, Rabu (10/2/2016), ternyata cokelat memang mempunyai sejarah sebagai makanan cinta. Keinginan kuat terhadap cokelat berakar dari sejarah Mesoamerican. Pada masa itu, cokelat adalah sebuah barang yang mahal, mewah, dan hanya diperuntukkan bagi suku elit kelas atas Maya dan Aztec, yang diketahui mereka menikmatinya dengan minuman campuran antara biji kakao dengan tepung maizena, vanila, madu, dan cabai. 

Biji kakao adalah komoditas berharga seperti emas, bahkan digunakan untuk membayar pajak yang dipungut oleh penguasa Aztec. Pada tahun 1600-an, kenikmatan cokelat telah menyebar ke seluruh Eropa. Di London, rumah-rumah cokelat mulai menyaingi rumah-rumah kopi sebagai tempat arisan. Ada satu toko dibuka di jalan Gracechurch pada tahun 1657 yang mengiklankan cokelat sebagai "minuman orang Indian barat yang dapat menyembuhkan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit."

Di Perancis, Madame de Sevigne menuliskan tentang besarnya konsumsi cokelat di seluruh pengadilan Versailles pada tahun 1671, di mana Louis IV meminumnya setiap hari dan Madame du Barry mengakui bahwa ia menggunakan cokelat untuk merangsang kekasihnya.

Ketika Marie Antoinette menikah dengan Louis XVI pada tahun 1770, ia membawa pembuat cokelat pribadinya ke Versailles. Pembuat cokelat pribadi milik sang ratu ini membuat semacam resep cokelat dicampur dengan bunga anggrek untuk kekuatan, cokelat dengan jeruk untuk menenangkan saraf, dan cokelat dengan susu almond manis untuk membantu pencernaan.

Hubungan antara cokelat dengan hari Valentine ada contoh utama bahwa cokelat tidak hanya sebagai bentuk penghargaan, namun ia juga menunjukkan dua elemen esensial dari beberapa peradaban sebelumnya, yaitu bangkitnya cokelat sebagai makanan populer, dan perayaan hari Valentine sebagai hari libur.
Hari Valentine yang sebenarnya ditujukkan untuk menghormati martir Khatolik bernama Valentine, namun romantisme tampaknya muncul pertama kali pada puisi Chaucer pada tahun 1382, berjudul Parlement of Foules. Di dalam puisinya, Chaucer menjelaskan sifat natural cinta ketika mereka keluar mencari pasangannya pada "seynt Voantynes day."

Dalam beberapa abad berikutnya, hari Valentine semakin populer sebagai hari libur musim semi. Lagu, puisi, bunga mawar dirayakan dengan hati penuh cinta, walaupun permen belum terlalu terlihat, karena gula masih termasuk komoditas berharga di Eropa.

Seiring Victoria menjadi ratu pada tahun 1837, teknologi telah siap mengubah hari Valentine menjadi tambang emas komersial. Victoria senang sekali menunjukkan perasaannya melalui pemberian kartu dan hadiah, walaupun sebenarnya Valentine adalah tentang mendapatkan kebahagiaan. (*)