DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 14 Februari 2019 / 07:07 WIB

BEDAH BUKU FILSAFAT KEHIDUPAN 'TAO TE CHING'

Era Industri 4.0, Budi Pekerti Harus Dihidupkan

YOGYA, KRJOGJA.com - Tao Te Ching dapat diartikan sebagai Jalan Kebajikan, diperkenalkan pada tahun 450 sebelum Masehi oleh pujangga Lao Tzu. Tao antara lain mengajarkan pemahaman hidup dan mati, lahir dan berkembang bersama. Kemudian dijelaskan cara terbaik untuk hidup adalah menjadi air atau kearifan alam. 

Dalam penjelasannya tentang bijaksana disebutkan, orang bijak menenangkan pikiran dan membuka hati, dituntun oleh batin dan bukan pandangan orang lain. Menjalani hidup dengan menempatkan diri pada kehormatan dan bertindak tanpa pamrih, 'Martabat adalah limpahan harta dalam batin'. 

Demikian dikatakan Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta, Prof Dr Rudy Harjanto MSn dalam acara Bedah Buku berjudul 'Filsafat Kehidupan dalam Perspektif Tao Te Ching-Lao Tsu' di Gedung Notonagoro, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (13/2/2019). 

Buku 'Filsafat Kehidupan dalam Perspektif Tao Te Ching-Lao Tsu' ini merupakan karya Prof Rudy Harjanto bersama Prof Dr Lasiyo MA. Bedah buku menghadirkan pembedah Guru Besar Post Graduate Filsafat UGM Prof Drs M Mukhtasar S MHum PhD of Arts dipandu moderator Drs Budisutrisna MHum.

Menurut Prof Rudy, filsafat merupakan renungan tentang kebenaran yang membentuk karakter manusiawi penuh keharmonisan, sehingga relevan diterapkan pada 'Era Society 5.0'. Era Revolusi Industri 4.0 dengan ciri-ciri berkembangnya internet, teknologi baru dalam ilmu data, artificial intelligence, robotics, cloud dan teknologi nano mesti diawaki oleh manusia dalam masyarakat yang santun dan penuh keseimbangan. (Dev)