Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 12 Februari 2019 / 23:10 WIB

Tarif Tol Trans Jawa Mahal, Ini Salah Satu Solusinya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan, subsidi silang antara pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menjadi salah satu opsi yang bisa diterapkan untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa.

Dia mengatakan, perbedaan tarif antar ruas tol yang menjadi bagian Tol Trans Jawa saat ini masih terhitung tak sepadan dan mencolok. 

"Misalnya, Jakarta-Cikampek berapa per km? Itu Rp 200 per km. Coba deh begitu masuk ke ruas tol yang baru, tarifnya jadi Rp 1.000 per km. Jomplang," sebut dia dalam keterangannya, Selasa (12/2/2019).

Dia mengatakan, perbedaan tarif antar ruas tol itu disebabkan oleh masa pembangunan beberapa jalan tol lawas, seperti Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang pengenaan tarifnya lebih rendah dibanding Tol Batang-Semarang yang baru rampung konstruksinya. 

"Kalau dibandingkannya dengan tahun investasi yang sama, kita lebih murah. Misalnya Rp 110 per km untuk Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Cikampek yang berkisar Rp 200 per km," sebutnya.

"Tapi kalau dibandingkan dengan Tol Batang Semarang yang Rp 1500 per km ya dia lebih mahal. Jadi tergantung melihatnya, bagaimana memanfaatkan datanya," dia menambahkan.

Oleh karena itu, Basuki menyimpulkan, subsidi silang jadi salah satu opsi untuk memangkas harga tarif Tol Trans Jawa.

"Ya, itu salah satu opsi, tapi bagaimana nanti reaksi masyarakat. Kami harus lihat reaksi masyarakat juga," ucap dia.(*)