DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Februari 2019 / 08:52 WIB

Berikut, Mitos Gunung Merapi yang Dipercayai Sampai Saat Ini

GUNUNG Merapi mesti bukan gunung tertinggi atau terbesar di Indonesia, tapi selalu berhasil menyita perhatian banyak orang. Gunung api ini dikenal paling aktif ini terletak di tengah Pulau Jawa. Tepatnya berada di 4 wilayah kabupaten sekaligus yaitu Magelang, Sleman, Klaten dan Boyolali.

Tak hanya dienal keindahan alam dan tragedi letusannya, Merapi juga menyimpan banyak cerita mistis. Menariknya, sebagian besar mitos itu dipercaya sampai sekarang.Berikut kisah selengkapnya sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

Menurut cerita dari kitab-kitab kuno, Gunung Merapi awalnya bernama Jamurdwipa dan terletak di Laut Selatan Jawa. Gunung indah ini menjulang tinggi, dijaga oleh sepasang kakak beradik pengrajin keris.

Melihat Pulau Jawa yang nyaris tenggelam karena lebih condong ke arah barat, para dewa berniat memindahkan satu gunung ke tengah-tengah sebagai penyeimbang. Gunung Jamurdwipa ini yang dipilih, karena letaknya nggak seberapa jauh.

Sayangnya saat itu kedua pengrajin keris belum merampungkan pekerjaannya. Mereka meminta sedikit waktu, namun para dewa menolak dan segera memindahkan gunung ke lokasi Merapi saat ini.

Sepasang pengrajin keris itu mengancam, jika mereka dipindahkan paksa dengan kondisi perapian yang masih menyala maka kelak akan terjadi petaka abadi. Benar saja, magma di dalam Merapi hingga kini nggak henti-hentinya memanas. Hanya menunggu waktu saja untuk meletus dan mengalir ke luar.

Tak hanya legenda asal usul terbentuknya Merapi, beberapa tempat diyakini para pendaki memiliki suasan angker dan terbukti kebenarannya.

1. Pasar Bubrah

Tempat angker yang paling terkenal di Gunung Merapi adalah Pasar Bubrah. Pasar Bubrah merupakan sebuah punggung bukit yang tepat berada di bawah kawah Merapi.
Keadaan di lokasi ini cukup datar dan didominasi dengan bebatuan sisa letusan terdahulu. 

Di lokasi ini juga tidak terdapat pepohonan tinggi besar. Jaraknya yang hanya satu kilometer sebelum kawah puncak Merapi membuat Pasar Bubrah menjadi lokasi favorit untuk beristirahat. Banyak pendaki yang mendirikan tenda di sini untuk bermalam dan menunggu matahari terbit keesokan harinya.

Nah ketika malam hari itulah para pendaki biasanya mendengar suara riuh di lokasi tersebut. Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang dikenal dengan nama Pasar Bubrah.

Masyarakat setempat dan pendaki yang pernah kesana percaya bahwa tempat itu sangat angker. Banyak orang meyakini lokasi itu sebagai pasar besar Keraton Merapi, dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi milih roh dan makhluk halus. Ketika para pendaki mencapai kawasan ini, mereka akan dihimbau untuk menjaga kata dan perilaku

2. Bunker 'berlangsungnya' kisah misteri Gunung Merapi

Pada suatu hari, di sebuah hari Minggu, ada seorang wisatawan yang mengikuti lava tour dan perlahan menghampiri bunker. Bunker itu memiliki tangga menurun ke arah pintu. Dia turun dan menengok situasi di dalam bunker yang memang gelap.

Setelah pintu besi bunker yang berat didorong, terlihat satu ruangan lapang seukuran ruang kelas di dalam bunker. Bentuk ruangannya setengah lingkaran, dengan bekas lahar panas yang telah membatu di tengah bunker. Satu-satunya sumber penerangan hanyalah cahaya dari pintu masuk bunker. Beberapa saat kemudian, dia segera beranjak keluar dari bunker. Tiba-tiba ada suara menangis dari bunker yang dia tinggalkan itu.

3. Kraton Merapi

Di atas telah banyak disinggung jika Gunung Merapi dikuasai oleh kerajaan gaib yang sering disebut sebagai Kraton Merapi. Kraton Merapi ini sudah ada semenjak jaman Keraton Mataram. Bedanya, Keraton Merapi semuanya dihuni dan dikendalikan oleh bangsa jin.

Kraton Merapi dikenal memiliki hubungan yang erat dengan Keraton Mataram pada masa lampau. Bahkan ada  cerita yang mengatakan jika Keraton Merapi membantu Kerajaan Mataram untuk mengalahkan Kerajaan Pajang dengan cara menewaskan pasukan Kerajaan pajang lewat letusannya.

Kraton Merapi memiliki banyak tokoh terkenal yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga penduduk sekitar Merapi. Berikut adalah beberapa tokoh yang dipercaya sebagai penghuni dari Keraton Merapi:

Eyang Merapi
Eyang Merapi merupakan seorang raja alias pemimpin dari para makhluk gaib yang mendiami Keraton Merapi.

Eyang Sapu Jagad
Eyang Sapu Jagad merupakan penunggu kawah Merapi dan menjadi pengambil keputusan apakah Merapi akan meletus atau tidak. Eyang Sapu Jagad memiliki dua orang panglima yang bernama Kyai Grinjing Wesi dan Kyai Grinjing Kawat.

Eyang Megantara
Eyang Megantara merupakan salah satu tokoh pemuka yang tinggal di puncak Merapi. Tugasnya adalah untuk mengendalikan cuaca dan mengawasi daerah sekitar Merapi.

Nyi Gadung Melati
Seperti diulas di atas, Nyi Gadung Melati merupakan pimpinan para pasukan wanita Keraton Merapi dan bertugas untuk menjaga kesuburan tanaman dan juga menjaga binatang ternak di sekitar Gunung Merapi.

Eyang Antaboga
Tokoh selanjutnya adalah Eyang Antaboga yang ditugaskan untuk menjaga keseimbangan gunung agar tidak sampai tenggelam ke dalam bumi.

Kyai Petruk
Kyai Petruk bertanggung jawab terhadap keselamatan penduduk Merapi. Ia ditugaskan untuk memberi tahu warga ketika akan terjadi letusan sehingga mereka dapat menyelamatkan diri.

Kyai Sapu Angin
Kyai sapu Angin merupakan salah satu pimpinan roh halus yang bertugas untuk mengatur arah angin.

Kyai Wola Wali
Kyai Wola Wali merupakan salah satu tokoh yang tinggal di istana Kraton Merapi. Tugasnya adalah untuk menjaga dan membersihkan teras Kraton Merapi.

Kartadimejo
Selain sebagai komandan pasukan, Kartadimejo juga bertugas untuk menjaga ternak dan satwa yang ada di gunung. Ia juga sering memberikan informasi mengenai waktu terjadinya letusan kepada para penduduk di sekitar Gunung Merapi.

4. Hutan, bukit, telaga, batu, dan goa semuanya angker
Beberapa hutan yang dianggap angker yaitu Hutan Patuk Alap-Alap, yang digunakan sebagai tempat penggembalaan ternak milik Keraton Merapi. Ada lagi Hutan Gamelan dan Bingungan, serta Hutan Pijen dan Blumbang. Katanya, beberapa jenis binatang keramat tinggal di hutan sekeliling gunung Merapi. (*)