Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 12 Februari 2019 / 16:32 WIB

Irigasi Kaligending Tersumbat Longsor, 1.100 Hektar Sawah Terancam

KEBUMEN KRJOGJA.com - Saluran Irigasi (SI) Kaligending sepanjang 10 kilometer dari Desa Kemangguan Kecamatan Alian hingga Desa Gemeksekti Kecamatan/Kabupaten Kebumen mengalami penyempitan dimensi luas akibat timbunan-timbunan material padat yang tersebar di sepanjang saluran.

"Dampak penyempitan dimensi luas adalah berkurangnya volume air yang melewati saluran tersebut. Bila dibiarkan, 1.100 hektar sawah di 13 desa Kecamatan Ambal dan Buluspesantren akan kekurangan air di MT (musim tanam) II mendatang," ungkap Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos, di ruang kerjanya, Selasa (12/02/2019).

Penyebab banyak timbunan material padat di saluran irigasi sepanjang 10 kilometer tersebut adalah longsoran tebing di sepanjang tepi timur saluran. Setelah diteliti, jenis material tersebut adalah gumpalan-gumpalan tanah liat yang bercampur dengan gamping. 

"Longsor sudah terjadi selama bertahun-tahun, sehingga gumpalannya semakin lama semakin membesar. Di sepanjang 10 kilometer saluran itu banyak sekali spot-spot gumpalan yang berdampak mempersempit dimensi luas saluran," beber Supangat.

Untuk membersihkan banyak timbunan material padat tersebut dalam waktu dekat iniDPUPR Kebumen bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo (Probolo) Kutoarjo serta 13 desa di Ambal dan Buluspesantren akanmengeruknya dengan alat berat maupun manual.

Adapun 13 desa tersebut 12 desa di Buluspesantren, yaitu Tanjungrejo, Tanjungsari, Ranteringin, Ambalkumolo, Tambakrejo, Bocor, Sangubanyu, Ampih, Banjurpasar, Banjurmukadan, Waluyo dan Sidomoro. Serta, Endrosari di Ambal.

"Kendati aliran air irigasi kurang mencukupi, namun MT I di 13 desa yang mulai sejak Desember 2018 lalu kebutuhan airnya masih didukung oleh tingginya intensitas hujan. Namun MT II yang diperkirakan dimulai minggu terakhir Maret 2019 diperkirakan intensitas hujan mulai berkurang.  Dengan demikian, pembersihan saluran harus segera dilakukan," ujar Supangat. (Dwi)