DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Februari 2019 / 14:20 WIB

Imbas Penurunan Harga BBM, Pengusaha Siap Merugi

BANTUL, KRJOGJA.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah turun hingga kisaran Rp 800 pada beberapa hari lalu. Sementara itu, pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melalui Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengaku sebagai konsekuensi operator, pihaknya siap merugi atas penurunan harga BBM ini.

"Harga BBM saat ini fluktuaktif dan tergantung harga minyak dunia. Saat ini memang kami sebagai provider atau penyedia BBM memang tengah sedikit merugi akibat penurunan harga BBM. Meski demikian, ini sudah menjadi bagian dari risiko penjual yakni untung atau rugi. Toh sebelumnya kami juga telah menikmati sedikit keuntungan saat harga naik. Jadi tidak ada yang dipermasalahkan," urai Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto MM, kepada KR, Senin (11/2) saat ditemui di kantornya kawasan Jalan Parangtritis Bantul.

Siswanto menambahkan terkait harga yang fluktuaktif, dirinya menganggap masyarakat sudah memahami dan terbiasa. Hal ini terbukti dengan minimnya keluhan atau protes masyarakat ketika harga naik. Meski demikian ketika hargaturun juga tidak terlihat antrean panjangpembelian BBM di SPBU. "Masyarakat saat ini sudah cerdas dan mau harga naik atau turun tetap saja mereka membeli karena BBM merupakan kebutuhan pokok," tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Hiswana Migas DIY, tingkat konsumsi terbanyak saat ini adalah Pertalite yang mencapai 1.200 Kiloliter per hari. Sementara untuk Pertamax dengan kadar 95 oktan mencapai 150 Kiloliter
per hari disusul Pertamax Turbo dengan kadar 98 oktan tingkat konsumsi mencapai kurang dari 100 Kiloliter per hari.

"Sementara Premium yang sebelumnya tingkat konsumsi mencapai 1.500 Kiloliter per hari kini turun drastis tingkat konsumsinya hanya mencapai 300 Kiloliter per hari. Untuk Pertamax Turbo dengan kadar oktan tinggi biasanya segmen konsumen yakni kendaraan balap atau kendaraan mewah," jelasnya.

Siswanto menambahkan produk kendaraan baru saat ini baik mobil ataupun motor didesain menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan lebih bagus. Sehingga mereka lebih memilih memakai Pertalite atau bahkan Pertamax daripada Premium. Dirinya pun menghimbau terkait harga BBM yang fluktuaktif ini, masyarakat dan operator harus dapat saling memahami dan menerima kondisi. (Aje)