DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Februari 2019 / 13:06 WIB

Pemersatu Warga, Besok PBTY Mulai Dibuka

YOGYA, KRJOGJA.com - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) secara resmi akan dibuka Rabu (13/2) besok. Selama tujuh hari digelar, PBTY selalu mampu menjadi pemersatu warga sekaligus memperteguh Yogya sebagai kota budaya dan pariwisata.

Menurut Ketua Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) Tandean Harry Setyo Subagyo, persatuan warga Yogyakarta dalam merayakan Imlek yang ditunjukkan dengan PBTY membuahkan hasil yang luar biasa.

"Agenda itu sudah masuk dalam Pesona Indonesia serta diprogramkan dalam Wonderful Indonesia. Perjuangan yang luar biasa dari seluruh entitas masyarakat di Yogya maupun pemerintahnya," urainya dalam jumpa pers di Balaikota, Senin (11/2).

Selain mengedepankan aspek kebudayaan Tionghoa maupun akulturasinya, perayaan Imlek dalam PBTY juga merupakan yang terlama di Indonesia. Selama tujuh hari penuh, kawasan pecinan di Ketandan tidak pernah sepi dari pengunjung. Berdasar pengalaman tahun lalu, dalam sehari tingkat kunjungan bisa mencapai puluhan ribu orang. "Apalagi saat ini ada program Jogja Heboh yang tentunya bisa menjadi agenda pariwisata yang spektakuler," imbuhnya.

Tokoh Tionghoa Fantoni, menambahkan PBTY sudah menjadi even masyarakat Yogyakarta. Selaku panitia, pihaknya pun merasa terus termotivasi untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, dari tahun ke tahun penyelenggaraannya akan dikemas semakin menarik dan berbeda dari sebelumnya.

Fantoni mengaku, Imlek hanya dirayakan selama 15 hari yang terhitung sejak dimulainya tahun baru Cina. Sehingga puncaknya pada 19 Februari 2019 sekaligus hari terakhir PBTY akan turut dihidangkan lontong Cap Go Meh yang
sudah dikenal masyarakat luas. (Dhi)