DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Februari 2019 / 11:08 WIB

Ayu Tingting dan Cita Citata Ajak Generasi Milenial Tertib Lantas

YOGYA, KRJOGJA.com - Polda DIY melalui Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) melaksanakan dialog on the school bertema Mewujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu-Lintas Menuju Indonesia Gemilang dalam rangkaian menuju Milenial Road Safety Festival bertempat di SMKN 6 Yogyakarta, Selasa (12/2/2019) pagi. 400 siswa dari kelas X dan XI mengikuti dialog yang digelar cukup santai dengan suasana ceria tersebut. 

Kasumditkamsel Ditlantas Polda DIY AKBP Tri Iriani  mengatakan generasi milenial hingga saat ini masih mendominasi angka fatalitas lalu-lintas mencapai 55,6 persen. Hal tersebut dinilai cukup memprihatinkan lantaran generasi milenial adalah insan berpotensi penerus Bangsa Indonesia. 

“55,6 persen itu banyak, dan korban akibat fatalitas kecelakaan lalu-lintas berasal dari generasi milenial, anak-anak muda yang punya potensi untuk Indonesia. Ini menimbulkan keprihatinan bersama sehingga pemerintah Polri bersiap menggelar Milenial Road Safety Festival sebagai upaya mensosialisasikan cinta lalu-lintas,” ungkapnya. 

Kegiatan Milenial Road Safety Festival sendiri menurut Tri Iriani bakal digelar 10 Maret 2019 di kawasan 0 kilometer Yogyakarta. Selain menampilkan berbagai acara bertema safety riding, otomotif, senam sehat hingga kuliner, kegiatan yang akan berlangsung seharian juga menampilkan penyanyi dangdut papan atas seperti Ayu Tingting dan Cita Citata. 

“Artis-artis ini seperti Ayu Tingting, Cita Citata dan juga Guyon Waton yang asli Yogya punya ratusan ribu hingga jutaan followers di sosial media yang kebanyaak generasi milenial. Kami sengaja pilih mereka untuk nantinya menyampaikan pesan keselamatan lalu-lintas pada anak-anak muda kita. Harapannya sosialisasi kami bisa lebih masif pada generasi milenial,” sambung dia. 

Sementara, Kabid Keselamatan Dinas Perhubungan DIY Didit Suranto yang juga ikut memberi materi dalam dialog mengatakan generasi milenial mendapat perhatian besar dari pemerintah untuk dimaksimalkan potensi yang dimiliki. “Kalau meninggal atau cidera karena kecelakaan lalu-lintas kan sia-sia, padahal masa depan anak-anak ini yang masa depan bangsa,” imbuhnya. 

Forum Lalu-Lintas yang di dalamnya termasuk kepolisian dan dinas perhubungan pun berupaya memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk membudayakan tertib lalu-lintas baik peggunaan helm, berkendara sesuai usia (memiliki SIM) serta attitude dalam berkendara mengedepankan keselamatan pribadi dan orang lain. 
"Kami juga akan lakukan shock terapi ke SMA-SMA yang siswanya menggunakan kendaraan bermotor, kita cek apakah punya SIM atau tidak, kalau belum punya ya kita tindak,” pungkas Didit. (Fxh)