DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Februari 2019 / 10:09 WIB

April Beroperasi, Pembangunan NYIA Capai 53 Persen

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menegaskan, progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Baru (New Yogyakarta International Airport/- NYIA) untuk tahap operasional terminal internasional telah mencapai 53 persen.

Saat pengoperasian secara minimum pada April 2019 mendatang, fasilitas sisi udara (airside) meliputi landas pacu, rapid taxiway 1, holding bay 1, parallel taxiway, exit taxiway, dan appron ditargetkan rampung 100 persen. Fasilitas sisi darat (landside) mencakup gedung terminal seluas 12.000 meter persegi, gedung penunjang (PKP-PK, kargo dan EMPU, masjid, main power house (MPH), gedung administrasi) juga tuntas 100 persen.

"Hingga minggu ke-30 pelaksanaan pekerjaan atau 6 Februari 2019 sudah mencapai 53 persen. Kami optimis dapat menyelesaikan proyek pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia ini sesuai jadwal yang ditetapkan. Pada minggu kedua Maret nanti ditargetkan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan dapat dilakukan. Saat pengoperasian terminal internasional, runway sepanjang 3.250 x 45 meter, 4
unit garbarata serta area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan sudah selesai,” katanya, Senin (11/2).

Menurutnya, NYI Amerupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan pemerintah kepada PT AP I. “NYIA mendesak untuk dibangun mengingat Bandara Adisutjipto yang ada saat ini sudah dalam kondisi lack of capacity,” tegas Faik Fahmi.

Ditegaskan, pada Desember 2019 pembangunan NYIA akan selesai 100 persen untuk pembangunan Tahap I. NYIA akan punya terminal seluas 210.000 m2 berkapasitas 14 juta penumpang pertahun atau sembilan kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

"NYIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kehadiran NYIA diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta serta memiliki multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya,” papar Faik.

Sebagai perusahaan pemrakarsa pembangunan NYIA, Angkasa Pura I juga telah memperhatikan sisi mitigasi potensi bencana di wilayah Pantai Selatan Yogyakarta. Landas pacu NYIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak satu kilometer dari pantai. Sementara appron berada 8 mdpl dan terminal 9 mdpl. Bangunan terminal juga telah dirancang tahan terhadap ancaman gempa bumi hingga 8,8 Skala Richter.

Vice President Corporate Secretary PT AP I Handy Heryudhitiawan menambahkan, kehadiran NYIA merupakan wujud komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dalam mendukung pengembangan konektivitas udara dan pendorong pengembangan wilayah. Bagi pengguna jasa, keberadaan NYIA akan meningkatkan level of service dalam aspek pelayanan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan. "Harapannya, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi semakin istimewa dengan hadirnya NYIA,” tandas Handy. (Rul)