Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 12 Februari 2019 / 03:31 WIB

Tarif Trans Jawa Mahal, Ini yang Bakal Dilakukan Menteri PUPR

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan mengumpulkan beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), seperti PT Jasa Marga Tbk, PT Waskita Karya Tbk, dan beberapa lainnya. Langkah ini dilakukan  untuk membahas perihal keluhan mahalnya tarif Tol Trans Jawa.

"Iya, ada informasi itu (mahalnya tarif). Sekarang saya sedang coba diskusikan, karena kan itu banyak sekali BUJT-nya. Ada Jasa Marga, Astra, ada Waskita, ada Sumber Mitra Jaya dan lain-lain. Harus saya kumpulkan dulu, kita diskusikan," ungkapnya kepada media, Senin (11/2/2019) malam.

Kementerian PUPR masih akan mendiskusikan isu mahalnya tarif Tol Trans Jawa tersebut terlebih dahulu. "Opsinya masih belum tahu ya, masih kita ingin diskusikan dahulu," ujarnya.

Dia pun menjelaskan, Kementerian PUPR dan BUJT akan mengatur jadwal untuk mempertimbangkan sekaligus mencari solusi atas keluhan mahalnya tarif Tol Trans Jawa yang terjadi belakangan ini.

"Kapan dikumpulkan? Ini saya sedang minta BUJT untuk buat jadwal," jelasnya.

Sebelumnya, Vice President Corporate Finance PT Jasa Marga Tbk, Eka Setya Adrianto mengatakan, tarif yang saat ini berlaku sudah merupakan kesepakatan sejak awal.

"Waktu kita hitung tarif sudah berdasarkan tender," kata Eka.

Dia menyebutkan, memasuki jalan tol merupakan pilihan sehingga jika tarifnya dirasa terlalu mahal bisa mengambil pilihan untuk melalui jalan arteri atau non tol.

"Kalau mereka merasa mahal, lewat luar. Kalau merasa advantage, lewat dalam," ujarnya.(*)