DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 12 Februari 2019 / 02:10 WIB

Produksi Ikan Budidaya DIY Rendah, Pendampingan Kurang Optimal?

BANTUL, KRJOGJA.com - Pemerintah DIY kini tengah gencar dalam melakukan pendampingan dan pengembangan kapasitas petani ikan budidaya untuk mendongkrak jumlah produksinya.  Merujuk data terbaru, ternyata petani ikan budidaya di DIY hanya mampu mensuplai 60 persen, sementara 40 persen lainnya dipasok dari luar daerah. Sebenarnya peluang pasar ikan sangat menjanjikan, tetapi jumlah petani yang serius dalam usaha budidaya ikan terlalu sedikit. Poin itu menjadi pokok bahasan dalam Bimtek Dinas Kelautan DIY di Dusun Beji Sumberagung Jetis, Bantul, Senin (11/2/2019). 

Kasi Pengembangan Usaha Budidaya Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan DIY, Non Prihatin Budiarti, mengungkapkan,  produksi ikan budidaya dalam setahun kurang dari 100 ribu ton. Sedang kebutuhannya menembus angka 160 ribu ton setiap tahunnya. Bahkan setiap hari harus mengambil ikan dari luar daerah seperti Boyolali, Tulungagung, agar kebutuhan ikan di DIY terjaga. Target tahun 2018, sebesar Rp 91 ribu ton dapat dipenuhi. Sedangkan target produksi tahun 2019 menjadi 95 ribu ton.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan produksi budidaya ikan itu, salah satunya memberikan bantuan hibah kepada petani ikan budidaya. Sedang dana segar  Rp 2,4 miliar untuk 123 kelompok se DIYsiap dikucurkan.  Sedang di Bantul awal tahun ini diberikan kepada 14 kelompok. Hibah diserahterimakan dalam bentuk barang, baik bibit, pakan, dan sarana budidaya. 

Bimbingan teknis (Bimtek) diikuti kelompok petani ikan budidaya yang akan mendapatkan hibah dari pemerintah. Program itu dimaksudkan untuk memberikan pembekalan sebelum petani mengelola bantuan pemerintah, sehingga bisa memaksimalkan hasilnya. Termasuk memberikan motivasi agar budidaya ikan ini terus dikembangkan menyambut peluang pasar di DIY masih cukup besar. 

Anggota Komisi B DPRD DIY, Aslam Ridlo mengatakan, memang masih ada petani belum profesional.  Menurutnya petani tanpa bekal pengetahuan bidang budidaya justru berpotensi mengalami kerugian. Oleh karena itu, Komisi B DPRD DIY mendorng pendampingan bisa optimal, termasuk pendampingan dalam masa budidaya. 

"Dinas ini juga mitra rekan kerja kita dan sudah sepakat untuk melakukan pendampingan dengan program-program langsung ke petani," jelasnya.  

Proses pendampingan dan bimtek serta pemberian bantuan untuk petani ini merupakan bagian dari beralihnya konsumsi daging ke ikan. Konsumsi ikan di masyarakat justru mengalami peningkatan. Tetapi belum sebanding dengan jumlah kapasitas produksi daerah.(Roy)