Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 12 Februari 2019 / 08:30 WIB

Musim Tanam Kedua, Distributor Diminta Segera Salurkan Pupuk

KUDUS, KRJOGJA.com - Menghadapi musim tanam kedua (MT II) tahun 2019 di wilayah Kabupaten Kudus, distributor pupuk diminta segera melakukan penyaluran lebih awal. Hal itu untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin dialami petani. Saat ini persiapan MT II sudah dilakukan sejumlah petani yang telah menyelesaikan panen padi MT I.

Bupati Kudus, Muhammad Tamzil mengatakan, pihaknya tidak ingin mendengar lagi keluhan petani yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. “Kami berharap penyaluran pupuk tahun ini berjalan lebih baik, sehingga tidak merugikan petani,” ujarnya, Senin (11/2/2019) malam.

Tahun ini penanganan pupuk tidak hanya dipegang satu diistributor. Salah satu perusahaan telah menunjuk distributor lain untuk berkompetisi memberikan pelayanan terbaik. Pihaknya juga membuka peluang bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi agen atau pengecer langsung ke petani.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kabupaten Undaan Kudus, Akrab mengaku masih kesulitan menghubungi distributor guna mendapatkan alokasi kebutuhan pupuk awal MT II tahun ini. Yang paling dibutuhkan pupuk urea bersubsidi dan SP36. Beberapa desa di Undaan sudah selesai panen MT I, dan mulai mempersiapkan tanam MT II.

“Distributor harus segera menyalurkan pupuk sesuai kebutuhan petani,” pintanya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi Pembangunan Kecamatan Undaan Kudus, Rifai Nawawi. Pihaknya menyambut keinginan Bupati Muhammad Tamzil yang akan menyerahkan penyaluran pupuk petani melalui BUMDes. Penyaluran pupuk harus dilakukan lebih awal, jangan sampai ketika petani mulai tanam terjadi kelangkaan.

“Dinas terkait harus koordinasi, jangan ada lagi kekacauan pendistribusian pupuk,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pangan Kudus, Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan, Perlindungan Konsumen dan Promosi, Imam Prayitno mengatakan, pendistribusian pupuk untuk kebutuhan MT II sudah dilakukan. Pada Februari 2019 ini, pupuk yang disalurkan sebanyak sekitar 200 ton dari berbagai jenis.

“Untuk kebutuhan MT II ini, kami masih memiliki sisa stok pupuk urea bersubsidi sebanyak seribu ton,” katanya.(Trq)