Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 12 Februari 2019 / 08:10 WIB

Teaching Industry Kakao UGM di Batang Diresmikan

BATANG, KRJOGJA.com - Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) di Desa Wonokerso, Kandeman Batang Jawa Tengah diresmikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Senin (11/2/2019). Pembangunan PPKIPKT ini merupakan wujud kerja sama antara Kemenperin, Kemenristekdikti, Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Batang. Acara peresmian dihadiri Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng, Bupati Batang H Wihaji dan Direktur Utama PT Pagilaran Dr Rahmat Gunadi.

Prof Panut mengatakan, teaching industry pengolahan kakao ini dikelola UGM melalui salah satu unit kegiatan usaha dibidang perkebunan yaitu PT Pagilaran. Fasilitas teaching industry ini berada di tengah kebun kakao inti PT Pagilaran sehingga masyarakat memiliki akses yang mudah untuk belajar tentang budidaya tanaman kakao, pengolahan pascapanen dan pengolahan biji kakao menjadi liquor, cake, butter, powder bahkan makanan-minuman berbasis coklat.

Menurut Prof Panut, teaching industry kakao ini dibangun di atas lahan seluas 165 ha. Tujuannya antara lain mendorong dan mempercepat program hilirisasi industri pengolahan kakao dan sebagai wahana produktif berbasis riset dan inovasi untuk mendukung proses pembelajaran yang bersinergi dengan industri. Adapun kerja sama dengan petani kakao melalui format kekinian berbentuk Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR). "Teaching industry kakao UGM ini bisa menjadi rujukan industri kakao nasional," ujarnya. Disela peresmian diserahkan bibit kakao kepada perwakilan petani kakao.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, pembangunan teaching induatry dibidang pengolahan kakao ini sangat tepat karena Indonesia adalah penghasil kakao terbesar ketiga dunia. Tantangannya adalah meningkatkan produksi, jika saat ini 1 ha menghasilkan 1 ton kakao, perlu ditingkatkan agar mencapai 3,5 ton/ha. Sedangkan Menperin Airlangga Hartarto mengapresiasi UGM yang telah masuk industrialisasi. Ia berharap produk kakao yang diekspor tidak berbentuk barang mentah tapi produk akhir yang memiliki nilai tinggi. "Kita memiliki semua yang dibutuhkan bahan baku, proses industri dan ekspor, kita dorong Kakao masuk industri 4.0," katanya.

Bupati Batang H Wihaji menyambut baik dibangunnya teaching industry pengolahan kakao di kabupatennya yang akan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya peningkatkaan ekonomi masyarakat petani kakao akan menaikkan indeks pembangunan manusia masyarakat Batang. Pihaknya juga sedang melakukan percepatan investasi untuk membangun batang. "Kita akan wujudkan Desa Wonokerso ini sebagai kampung coklat untuk mendukung sektor pariwisata Kabupaten Batang," ujarnya.

Direktur Utama PT Pagilaran Dr Rahmat Gunadi mengatakan, lokasi teaching industry kakao ini cukup unik karena berada di tengah-tengah perkebunan kakao milik warga. PT Pagilaran terus membina para petani plasma dengan memberikan bibit kakao. Keberadaan fasilitas teaching industry ini dapat mendukung pendapatan petani kakao melalui peningkatan produktivitas tanaman kakao, baik volume dan mutu. "Fasilitas ini menerapkan prinsip pengolahan kakao yang berkualitas melibatkan petani," katanya. (Dev)