Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 11 Februari 2019 / 21:51 WIB

PENYERAHAN SUMBANGAN PEMBACA 'KR' DI PANDEGLANG

Tempat Mengaji Anak-anak Nelayan Rusak

BENCANA tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu ternyata menyebabkan rusak tempat anak-anak nelayan mengaji. Bahkan bangunan tempat mereka belajar membaca kitab suci Alquran juga diseruduk perahu yang terhempas. 

Hal ini dialami para santri Majelis Darul Hijaiyah di Kampung Nelayan Desa Teluk, Kecamatan Pandeglang, Banten. Tempat mereka mengaji memang bukan hanya kemasukan air, tetapi juga rusak karena diseruduk perahu-perahu nelayan yang bersandar di dekatnya. Akibatnya, sebagian bangunan rusak parah. Sedang sebagian lagi masih bisa digunakan setelah dibersihkan. 

"Jadi rumah-rumah di sini rusak bukan hanya karena diterjang air tsunami, tetapi juga karena perahu-perahu yang bersandar di sungai ini yang terdorong air tsunami. Kemarin moncong perahu-perahu itu masuk ke rumah-rumah di sini, termasuk di bangunan yang digunakan para santri Majelis Darul Hijaiyah, " kata Ikhwan, relawan PMI Pandeglang yang mengantar Tim Dompet KR menyerahkan bantuan uang untuk majelis ini. Bantuan diterima Carudi, ketua majelis. 

Lokasi bangunan tersebut memang di pinggir muara sungai yang sekaligus juga dekat laut. Di muara tersebut banyak perahu nelayan bersandar. Sedang di daratan sejumlah perahu sedang dibuat. Ketika air tsunami menerjang, membuat perahu-perahu tersebut bergerak ke mana-mana sehingga ikut merusakkan bangunan. 

Menurut Carudi, para anak-anak nelayan yang jumlahnya ratusan belajar membaca kitab suci Alquran di majelis ini. Sedang kitab yang digunakan selain Iqra' juga Juz 'Amma. Kegiatan dilaksanakan setiap usai Asar hingga Maghrib kemudian untuk anak usia SD ke atas usai Magrib hingga malam. "Kadang-kadang sampai jam dua belas malam," katanya. 

M Hilal dan Heri, pengurus majelis, menambahkan, setiap malam Jumat diadakan Yasinan untuk anak-anak sampai orang tua. Selain itu juga ada Marhabanan atau Sholawatan.  Tetapi usai terjadi bencana tsunami kegiatan belum normal. Apalagi ada 85 KK nengungsi sekitar 1,5 km karena rumahnya hancur. 

"Kami mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian bantuan ini. Semoga para dermawan pembaca KR mendapat dilapangkan rezekinya, " kata Carudi sambil menambah "ini sungguh tidak disangka, karena saat tengah malam kami kedatangan tamu yang ternyata memberi bantuan." (Fie)