Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Februari 2019 / 09:55 WIB

Menko PMK Perkuat Koordinasi dan Sinkronisasi, Begini Caranya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Tahun 2019 ini, Pemerintah telah menetapkan tema “Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas” dan memprioritaskan agenda pembangunan manusia dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan terdapat Prioritas Nasional dan 12 Program Prioritas yang terkait dengan bidang Pembangunana Manusia dan Kebudayaan (PMK). 

Tahun 2019 ini juga merupakan tahun terakhir dalam periode RPJMN 2015-2019, oleh karena itu seluruh Kementerian dan Lembaga, harus dapat memastikan dan menuntaskan capaian yang telah ditetapkan dalam RPJMN dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019. Berbagai capaian pembangunan pada Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla seharusnya perlu terus dipertajam agar semakin memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.

“Oleh karena itu, saya mengundang komitmen dan kerja bersama kita, Kementerian-kementerian di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, untuk dapat menjalankan RKP 2019, secara efektif dan selalu berkoordinasi, baik dalam lingkup Kementerian maupun lintas Kementerian dan Lembaga. Dengan kerja bersama yang efektif maka kita memiliki kemampuan yang besar dalam menjalankan program-program RKP 2019 untuk kesejahteraan rakyat,” papar Menko PMK, Puan Maharani, dalam acara Kick Off Meeting Percepatan Pencapaian Sasaran dan Target Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Tahun 2019 di ruang rapat utama lt.7 gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (11/2 2019)

Dalam sambutannya, Menko PMK memaparkan bahwa untuk bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, indikator makro yang digunakan adalah 1) Pengurangan Angka Kemiskinan, 2) Gini Rasio, dan 3) Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat mencakup KIS, KIP, Bidikmisi, Bansos Pangan, PKH, Dana Desa, dan Pelayanan Ibadah Haji.  

Untuk angka kemiskinan, telah mengalami penurunan, yaitu dari 11,25% pada tahun 2014 menjadi 9,66% pada tahun 2018. Capaian pertama kalinya dalam sejarah Indonesia dapat menyentuh angka 1 digit. Angka Gini Rasio juga turun dari 0,414 pada tahun 2014 menjadi 0,384 pada tahun 2018. IPM lalu mengalami peningkatan, yaitu dari 68,90 pada tahun 2014, menjadi 70,81 pada tahun 2017, dan untuk pertama kalinya masuk dalam negara dengan kategori “High Human Development.” 

“Hal ini menunjukan pemerintah berhasil dalam mengarahkan program perlindungan sosial dan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu, sehingga kesejahteraannya meningkat,” kata Menko PMK lagi. (Ati)