DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 11 Februari 2019 / 18:30 WIB

Awas! Mulai Muncul Aliran Lahar Hujan di Kali Gendol

SLEMAN, KRJOGJA.com - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, pukul 08.58 WIB, Senin (11/2/2019). Guguran mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur 400 meter berdurasi 35 detik. Meski demikian untuk status masih di level II atau waspada.

Semburan awan panas ini, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Terutama bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di bantaran Sungai Gendol.

Sampai saat ini aktivitas galian C di sepanjang Kali Gendol masih terus berjalan. Ratusan armada dari berbagai daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah juga terus berdatangan. Jika di puncak Merapi terpantau mendung, maka aktivitas penambangan secara otomatis akan berhenti.

"Begitu mendung sudah langsung berhenti. Meski di bawah terang. Di sepanjang sungai juga ada pemantau dan relawan untuk mengingatkan masyarakat dan penambang," ujar Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, Senin (11/2/2019).

Menurutnya aktivitas galian C berada di radius cukup aman, diatas 5 kilometer dari puncak. Hal itu sudah berlangsung sejak lama. Sebelum adanya larangan aktivitas di radius 3 kilometer seperti yang disarankan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Lebih lanjut Heri menambahkan, guguran awan panas sendiri sudah terjadi beberapa kali. Hal ini berimbas pada munculnya aliran lahar hujan di Sungai Gendol.

"Kalau tidak salah tiga hari yang lalu, mulai muncul aliran. Kapasitasnya sedang sampai ke Dusun Kaliadem. Bahkan sampai memutus jalan yang biasa dilalui untuk armada. Tapi saat ini sudah bisa dilalui lagi," jelas Heri.(Awh)