DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 11 Februari 2019 / 14:51 WIB

Ukuran Rambu Kawasan Kentungan Dinilai Terlalu Kecil

YOGYA, KRJOGJA.com - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan, kepolisian maupun stakeholders terkait untuk mengurangi kemacetan, dampak dari pembangunan underpass Kentungan. Evaluasi tersebut tidak hanya yang berkaitan dengan rekayasa lalu lintas, tapi juga ukuran rambu-rambu disekitar lokasi pembangunan yang dinilai terlalu kecil.

”Sejumlah evaluasi dan penyempurnaan, khususnya berkait dengan rekayasa lalu lintas perlu terus dilakukan di sekitar pembangunan underpass Kentungan. Karena berdasarkan pengamatan, dalam beberapa minggu pertama masih terlihat sebagian pengguna jalan memilih rute melalui Simpang Kentungan. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa berdampak pada terjadinya kemacetan,” terang Peneliti dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dr Arif Wismadi.

Arif mengatakan, apabila dilihat dari kondisi yang ada di lapangan, sejumlah penyempurnaan khususnya berkaitan dengan ramburambu dan rekayasa lalu lintas masih perlu disempurnakan. Karena saat ini rekayasa lalulintas masih minim, termasuk perambuan tidak terlihat resmi atau sangat temporer.

Bahkan di beberapa simpang terlihat rambu pengarah dan pelarangan kendaraan yang ada dibuat bukan dari dinas berwenang. Selain itu, penanda yang dibuat oleh kontraktor juga terlalu kecil, dengan lokasi yang sulit bagi pengendara untuk mengambil alternatif lain.

Untuk mengatasi hal itu diperlukan beberapa upaya untuk menambah kelancaran dengan pemindahan parkir yang on-street. Lebih lanjut Arif Wismadi menambahkan, selain beberapa hal di atas, seharusnya simpang Kentungan hanya diizinkan untuk kendaran kecil yang luwes bermanuver seperti sepeda motor.

Perkecualian hanya untuk kendaraan umum atau kendaraan khusus seperti ambulan. Pengaturan dinamis bisa diterapkan berdasarkan waktu.

”Pengalihan kendaraan besar untuk menuju simpang Kentungan harus tegas. Jika masih dirasa kebutuhan akses untuk kendaraan roda empat, pengaturan semacam three-in-one atau ganjil genap bisa dicoba untuk diujikan,” tambah Arif. (Ria)