DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 11 Februari 2019 / 14:32 WIB

500 Pohon Bakal Bikin Teduh Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com - Sepanjang tahun ini Pemkot Yogya bakal menambah 500 pohon perindang. Sebagian besar akan ditanam di tepi jalan yang difungsikan untuk membendung polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor maupun sebagai penanda wilayah.

Kepala Seksi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Pramu Haryanto, mengaku titik lokasi penanaman pohon perindang sebetulnya sudah dipetakan. ”Tapi kami perlu mengecek kembali apakah lokasi itu memungkinkan ditanam pohon perindang atau tidak. Karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan,” jelasnya.

Tahun lalu pengadaan pohon perindang juga mencapai 500 pohon. Hingga saat ini, jumlah pohon perindang yang menjadi milik dan tanggung jawab Pemkot Yogya mencapai 18.000 pohon.

Setiap pohon milik Pemkot Yogya biasanya diberi tanda khusus seperti cat berwarna putih pada bagian batang. Sehingga pohon tersebut tidak bisa ditebang sembarangan.

Pramu mengakui, sebagian besar pohon perindang yang baru akan ditanam di tepi jalan. Akan tetapi titik lokasinya harus ideal supaya tidak mengganggu trotoar yang dimanfaatkan bagi pejalan kaki.

”Kalau trotoarnya sudah terlalu sempit, maka tidak memungkinkan kami tanam pohon perindang. Untuk mencari lokasi yang ideal memang cukup sulit, namun akan terus kami upayakan penambahan pohon perindang,” tandasnya.

Selain mempertimbangkan luas trotoar, aspek lain yang harus diperhatikan ialah utilitas di bawahnya. Jika terdapat jaringan kabel maupun saluran air bersih atau air hujan, maka tidak akan ditanami pohon karena akarnya bisa merusak utilitas umum.

Begitu juga area yang dekat dengan traffic light harus bebas dari pohon perindang supaya daunnya tidak mengganggu rambu-rambu. Sedangkan terkait dengan jenis pohon perindang, akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.

Beberapa kawasan tertentu seperti Jalan Gayam, Jalan Kenari, Jalan Timoho dan lainnya maka jenis pohonnya pun disesuaikan dengan nama tersebut. Dengan begitu pohon itu bisa menegaskan karakteristik kawasan.

Meski demikian, sejumlah wilayah yang cukup padat aktivitas kendaraan akan lebih tepat ditanam jenis Tanjung, Tabebuya serta Angsana. Ketiga jenis pohon perindang itu selain efektif menyerap polutan juga memiliki sistem akar ringan dan pertumbuhan yang lama. (Dhi)