DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 11 Februari 2019 / 09:39 WIB

Gunungkidul Hasilkan 360 Ton Sampah Sehari

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Setiap hari ada sekitar 360 ton sampah di Gunungkidul, sebagian di antaranya sudah dikelola kelompok bank sampah yang sementara ini jumlahnya 60 buah. Jumlah ini belum seperti yang diharapkan. Pemerintah terus mendorong agar semakin banyak lagi, bank-bank sampah berdiri di pedukuhan-pedukuhan, desadesa maupun sekolah.

Meskipun belum tersedia mesin pengolah sampah, lewat bank sampah yang sudah ada, sampah sudah mulai dikelola secara baik. Pengelolaan sementara dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik."Yang masih masih layak jual dijual, sedang residunya dibuang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gu (DLH) Gnungkidul Agus Priyanto SH Msi.

Untuk mengatasi sampah, diperlukan kerja keras dan peran serta banyak pihak. Tidak bisa diselesaikan Dinas Lingkungan Hidup sendiri. Perlu keterpaduan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta peran aktif masyarakat.

Saat ini beberapa kelompok masyarakat tidak hanya mengolah sampah menjadi pupuk organik, sebagian di antaranya sudah mendaur ulang, dibuat plastik, kemudian dibuat bunga-bunga plastik. Namun ke depan mesti ada solusi yang tuntas, sampah diolah dengan mesin agar cepat tertangani dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. "Pemerintah terus berupaya peningkatan pengelolaan sampah disemua tingkatkan," tambahnya.

Sudah ada wacana mengolah sampah menjadi batako dan semacam areng dengan sistem hidro drive, hanya diperlukan biaya yang banyak. Untuk pengadaan mesin dengan sistem hidro drive dibutuhan anggaran sekitar Rp 5 miliar.

Ditambah pemberdayaan masyarakat dan dukungan sarana lain sampai ke pedukuhan-pedukuhan se Gunungkidul bisa mencapai Rp 13 miliar. "Walaupun biayanya besar, kini tengah dipikirkan menuju ke arah pengelolaan yang profesional tersebut,"ujarnya. (Ewi)