Ekonomi Editor : Agung Purwandono Senin, 11 Februari 2019 / 08:10 WIB

Peran Machine Learning Dalam Mendukung Inklusi Finansial

DALAM beberapa tahun terakhir Peer to Peer (P2P) Lending di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hingga akhir Oktober 2018 telah disalurkan total pinjaman sebesar Rp 15.9T dari seluruh platform yang telah terdaftar dan diawasi OJK.

Hadirnya P2P Lending dapat membantu meningkatkan inklusi finansial dengan memberikan akses secara digital kepada calon nasabah yang selama ini sulit mengakses layanan keuangan konvensional seperti bank, multifinance maupun Koperasi Simpan Pinjam. Selain akses terhadap layanan keuangan, salah satu problem pada inklusi finansial adalah kemampuan dari industri keuangan untuk melakukan penilaian risiko kredit terhadap calon nasabah.

Karena banyak calon nasabah yang belum pernah mendapatkan pinjaman sebelumnya maka tidak data history pinjaman yang biasanya digunakan untuk melakukan penilai risiko kredit. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metoda analisis penilaian risiko kredit alternatif menggunakan machine learning dan data-data lainnya sebagai bahan penilaian sebelum suatu aplikasi pinjaman dapat disetujui.

Machine Learning adalah cabang atau pengembangan dari aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) yang fokus pada mengembangan sistem yang mampu “belajar” sendiri menggunakan data-data sebagai bahan pembelajaran. Di Indonesia pengetahuan mengenai machine learning masih terbatas di kalangan akademisi dan praktisi teknologi informasi.

Walaupun tanpa disadari layanan berbasis machine learning telah dinikmati oleh konsumen secara luas. Salah satu contohnya adalah layanan chatbot dari platform-platform ecommerce ataupun asisten virtual. Memanfaatkan teknologi Machine Learning, para pelaku industri keuangan dapat membuat model analisis risiko kredit berdasarkan data-data alternatif yang tersedia sehingga dapat mengelola risiko secara keseluruhan dengan lebih baik.

trustIQ adalah platform Layanan Pinjam Meminjam berbasis Teknologi Informasi (P2P Lending) yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. trustIQ merupakan bagian dari Trusting Social Group yang merupakan fintech yang bergerak di bidang Telco Credit Scoring bekerja sama dengan penyedia layanan seluler.

trustIQ didukung oleh personil-personil yang berpengalaman di bidang Big Data, Machine Learning dan perbankan baik di dalam maupun luar negeri. trustIQ dan Trusting Social bekerja sama dengan penyedia layanan seluler untuk melakukan analisis risiko kredit berbasis machine learning.

Dengan penetrasi pengguna layanan telepon seluler yang hampir 90% dari dari total penduduk Indonesia, hal tersebut dapat mengatasi salah satu permasalahan analisis risiko kredit yang kredibel. Kelebihan trustIQ dibandingkan p2p lending lainnya adalah dengan menggunakan Telco Credit Scoring berbasis teknologi machine learning, trustIQ dapat memberikan proses persetujuan yang sangat cepat.

Karena industri P2P Lending adalah industri yang sangat baru maka tantangan terbesar bagi pelaku industri adalah edukasi ke masyarakat mengenai layanan-layanan yang saat ini tersedia. Layanan P2P Lending dapat memberikan layanan pinjaman kepada nasabah yang sebelumnya tidak terlayani oleh perbankan maupun multifinance. Namun nasabah tetap harus berhati-hati dan memastikan menggunakan layanan dari P2P yang terdaftar di OJK.

Bagi yang ingin mengetahui cerita dan informasi lebih lanjut yuk datang ke acara kami bersama Finansialku.com pada hari Kamis tanggal 14 Februari 2019 di Dixie Jogjakarta. Informasi ke WA Memes 081224742813. (**)