DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 11 Februari 2019 / 04:44 WIB

SEPANJANG MINGGU TERJADI 22 GUGURAN LAVA

Lava Pijar Merapi Intens, Travel Agent Tawarkan Tour Alternatif

YOGYA, KRJOGJA.com - Guguran lava pijar Gunung Merapi yang sekarang semakin intens justru menjadi daya tarik yang bisa memikat dan dinikmati wisatawan. Namun, sayangnya pelaku wisata khususnya biro perjalanan atau travel agent DIY belum membuat paket khusus suguhan fenomena alam tersebut. Atraksi alam ini hanya hanya merupakan tur pilihan atau alternatif bagi wisatawan yang tengah berkunjung di DIY sehingga tidak bisa diprogramkan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY Udhi Sudiyanto mengaku secara khusus memang belum ada wisatawan yang datang ke DIY hanya untuk melihat fenomena guguran lava pijar Gunung Merapi. Tetapi bagi wisatawan yang kebetulan berada di DIY akan ditawarkan untuk melihatnya suguhan guguran lava pijar Gunung Merapi tersebut.

BACA JUGA :

Jarak Luncur Awan Panas Merapi Bertambah

Jalur Evakuasi Lereng Merapi Rusak Parah

"Banyak wisatawan yang diajak melihat guguran lava pijar Merapi ternyata suka dan biasanya optional bukan mejadi paket wisata khusus. Tentu kita beri pengertian kepada  mereka untuk tetap berada pada zona aman dan tidak terlalu mendekat di luar radius bahaya yang ditetapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta," jelas Udhi kepada KR di Yogyakarta, Minggu (10/2).

Udhi menuturkan untuk bisa melihat fenomena tersebut, travel agent biasanya mengajak wisatawan di malam hari dan cuaca cerah. Sebab dalam kondisi cerah dan pada waktu malam hari, guguran lava pijar Merapi yang mempesona itu dapat terlihat.

Sementara itu, guguran lava Gunung Merapi terus terjadi. Sepanjang Minggu (10/2) dari pukul 00.00-18.00 WIB terjadi sebanyak 22 kali guguran lava. Berdasarkan akun twitter resmi BPPTKG, dilaporkan pada pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 6 kali guguran lava berdurasi 14-61 detik. Kemudian pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 6 kali guguran berdurasi 13-68 detik. 

Lalu pada pukul 12.00-18.00 WIB, berdasarkan data seismik, jumlah guguran 10 kali dengan durasi 13-62 detik. Guguran lava pijar teramati 2 kali, ke arah Tenggara hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 500-600 m. Sebelumnya, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental periode 1-7 Februari 2019 yang dikeluarkan BPPTKG, kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah. (Ira/Dev)