Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 11 Februari 2019 / 01:21 WIB

PENYERAHAN SUMBANGAN PEMBACA 'KR' DI PANDEGLANG

Masjid Penuh Lumpur, Karpet Tetap Bersih

SUBHANALLAH... Ada peristiwa tidak biasa di Masjid Kami As-Sifa di Kampung Tanjung Lame Desa Ujung Jaya Kecamatan Sumur Pandeglang Banten. Saat terjadi tsunami pada 22 Desember 2018 lalu, air menerjang masjid tersebut. 

Lumpur juga memenuhi dalam dan luar masjid.  Namun tempat imam sampai dua shaf ke belakang tetap bersih. Karpet yang menghampar tidak kotor, juga tidak basah. 

BACA JUGA :

Pembaca KR Bantu Sumur Bor, Kebutuhan Air Masjid Baiturohman Palu Terpenuhi

Walikota Palu: Terimakasih Para Pembaca KR

 

"Ketinggian air sampai menyentuh jendela. Lumpur di lantai juga sampai lima centimeter, sehingga paginya kami bekerja bakti untuk membersihkannya. Namun karpet pengimaman sampai shaf kedua tampaknya tidak tersentuh air, sehingga tetap bersih dan tidak basah, " kata Culi, kaum rois yang juga takmir masjid tersebut. 

Masjid ini berada di kampung paling barat pulau Jawa.  Untuk ke situ membutuhkan perjalanan sekitar dua jam dari ibukota Kecamatan Sumur dengan jalan bergelombang karena rusak parah. Lokasi masjid sekitar 15 meter dari laut. Dari masjid ini terlihat kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di seberang laut. Karena termasuk pelosok, tidak semua sinyal jaringan telepon seluler bisa muncul di daerah itu. 

Kini masjid sudah bersih lagi. Temboknya juga sudah dicat kembali. Kaca yang pecah karena tersodok gelondongan kayu yang masuk sudah diganti, sehingga setiap datang waktu salat wajib lima waktu warga sekitar berjemaah di situ. "Alhamdulillah salat lina waktu selalu banyak warga yang berjemaah " kata Culi. 

Pada kesempatan tersebut Tim Dompet KR Peduli Korban Tsunami Selat Sunda yang diantar para relawan ACT menyerahkan bantuan peralatan sound system masjid. Selain itu membantu biaya pasang dan penyambungan aliran listrik di 10 hunian tetap (Huntap)  warga yang rumahnya mengalami rusak parah akibat tsunami. 

Menurut H Wasim, tokoh masyarakat, hunian yang dibangun sebuah LSM tersebut berada di tanah milik sendiri sehingga tetap akan dipakai sampai kapanpun. Saat ini listrik masih mengalirkan dari rumah warga terdekat. 

"Saya tidak memperbolehkan warga yang rumahnya hancur akibat tsunami direlokasi jauh dari sini, sebab nanti masjid akan sepi. Dengan membangun huntap di sini kan masjid akan tetap ramai, " kata Wasim.  (Fie)