Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 11 Februari 2019 / 00:40 WIB

Kasus Skor Bola, Penetapan Tersangka Jangan Dipolitisir

SEMARANG, KRJOGJA.com - Penetapan tersangka Priyanto dan Anik Yuni Artikasari (Tika), dua diantara 5 tersangka (3 lainnya Johar ling Eng, Dwi Irianto dan Nurul Afarid) dalam kasus suap 'Pengaturan Skor Pertandingan Sepak bola', oleh penyidik Satgas Anti Mafia Sepak Bola Indonesia pada 8 februari lalu membuat Kuasa Hukum  Priyanto dan Tika, Ign S Kuncoro SH MH menyiapkan pembelaan.

"Kami bukan sekadar Kuasa Hukum, namun juga sangat menguasai permasalahan sepak bola karena kami tidak secara kebetulan merupakan orang yang pernag terlibat dalam kepengurusan sepak bula. Saya pernah menjabat Ketua Komisi Disiplin PSSI Jateng di era kepemimpinan Drs Sumaryoto dan pernah sebagai pengawas pertandingan Tingkat nasional, terakhir tahun 2009. Sedangkan rekan saya advokat yang ikut mendampingi, Handrianus Handyar R SH CIL juga masih tercatat sebagai wasit Tingkat Nasional," ungkap Ign S Kuncoro SH MH, Minggu (10/2/2019) di Semarang.

Kuncoro atau yang akrab dipanggil Ucok menilai adanya ketidak-adilan dalam penetapan kliennya sebagai tersangka. Sebab kliennya bukan sebagai pelaku suap atau bukan aktor intelektual dalam kasus tersebut."Sangat aneh bila klien kami ditetapkan sebagai tersangka sebagai penerima suap, akan tetapi si pemberinya justru tidak," ungkap Ucok dalam jumpa pers di sebuah restoran di Jalan Gajahmada Semarang.

Karena itu, Ucok telah menyiapkan nota pembelaan dalam proses hukum selanjutnya. Kepada berbagai pihak, Kuasa Hukum Priyanto dan Tika meminta semua menghormati asas praduga tak bersalah hingga benar-benar ada ketetapan hukum dari pengadilan. sehingga jangan ada kesan trial by mass sebelum benar-benar dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

"Kami juga sangat berharap agar kasus ini jangan sampai dipolitisir. Apalagi bermunculan pendapat hukum yang bukan berasal dari orang-orang berkompenten atau belajar hukum. Kami juga berharap agar pengacara Johar Ling Eng pun bsa bekerjasama dengan kami, tentunya untuk mencari kebenaran material yang bisa meringankan klien kami," papar Ucok. (Cha)