Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 10 Februari 2019 / 15:51 WIB

Komunitas Dibentuk, Kunjungan Wisatawan di Magelang Meningkat

MAGELANG, KRJOGJA.com - Jumlah kunjungan wisata disejumlah destinasi di Kabupaten Magelang tahun 2018, meningkat drastis. Bahkan kini tidak lagi tersentral di Candi Borobudur tapi sudah menyebar ke sejumlah destinasi wisata lainnya. Dari data Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), kunjungabln wisata tahun 2017 mencapai 5.402.084, tahun 2018 meningkat menjadi 6.336.095 wisatawan.

"Melihat data ini, kami sangat senang. Apalagi tren kunjungan wisatawan saat ini, tidak lagi ke candi borobudur saja, tapi menyebar ke sejumlah destinasi. Ini semua tentu berkat kerja keras semua pihak. Terus terang, kami (pemerintah) sangat terbantu keberadaan teman-teman pegiat dan pemberhati wisata yang tergabung dalam grup whatt app (wa) pesona magelang. Dimana sejak berdiri tahun 2016 lalu, mampu membantu kami mempromosikan dan membuat berbagai event sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata ditahun 2018 ini," kata Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso dalam Meet and Greet pelaku wisata se Magelang Raya (kabupaten dan kota) di Hotel Atria akhir pekan ini.

Dalam acara yang dihadiri juga Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (Disporapar), Sinoeng Nugroho Rachmadi itu, disebutkan Iwan jika tingkat kunjungan wisatawan terbanyak 2018 masih di Candi Borobudur sebanyak 3.663.054 untuk wisatawan nusantara (wisnus) dan 192.231 untuk wisatawan mancanegara (wisman). Diurutan kedua Ketep Pass, sebanyak 333.841 (wisnus) dan 1.146 (wisman). "Secara umum jumlahnya naik, baik untuk wisnus maupun wismannya. Untuk wisnusnya naik dari 5.064.569 ke 5.977.422. Sedang wismannya naik dari 337.515 menjadi 358.673," sebutnya.

Disampaikan Iwan, jika keberadaan Pesma terbukti mampu mensinergikan berbagai elemen kepariwisataan dalam upaya mengembangkan dan mempromosikan pariwisata khususnya di Magelang. “Sungguh kami sangat terbantu adanya pesma ini. Kami jadi mudah berkomunikasi sehingga mampu bersinergi dan saling mempromosikan. Kami menyadari jika pengembangan pariwisata membutuhkan komunikasi yang efektif,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Kadisporapar Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi. "Komunitas-komunitas itu disatukan oleh misi yang sama dengan komitmen yang sama khususnya di bidang pariwisata. Inilah yang harus kita Jaga. Ya, kumpul-kumpul dan tertawa berasama seperti ini. Kedepan, kami akan lebih menyatukan komunitas-komunitas seperti ini, agar bisa saling bersinergi dalam mengembangkan pariwisata dan mempromosikan pariwisata, khususnya di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Ketua Pesona Magelang (Pesma), Syahrudin mengungkapkan jika Pesma dibentuk untuk mengembangkan pariwisata di Magelang Raya. "Komunitas ini dibentuk mengandung unsur Pentahelik yaitu komunitas yang mengandung unsur pemerintah, media, pelaku, industri dan peneliti yang saling terkait," pungkasnya. 

Disampaikan jika acara ini diprakasi oleh Hotel Atria yang juga anggota Pesma. Selain dihadiri Kedinasparpora Kabupaten Magelang, Kadinasporapar Jateng, PWI Kabupaten Magelang, Genpi, pelaku dan pemerhati pariwisata dan lainnya. (Bag)