Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 10 Februari 2019 / 13:51 WIB

Warga Klaten Mulai Resah, Berharap Jalan Tol Tak Menggusur Pemukiman

KLATEN, KRJOGJA.com - Sebagian warga Klaten mulai khawatir tempat tinggalnya akan tergusur proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogya. Mereka mempertanyakan dan meminta agar pemerintah segera sosialisasi peta lokasi mana saja yang akan terkena proyek tersebut.

“Saling pada bertanya, khawatir nanti jangan-jangan rumahnya kena, terus bagaimana. Misal desa terbelah jalan tol, orangtua dan saudara terpisah. Kalau mau ketemu harus muter jauh. Jalan tol memang bagus, tapi jangan menggusur pemukiman, misal dibuat tol jalan layang,” kata Sofyan salah seorang warga Prambanan kepada KRJOGJA.com, Minggu (10/2/2019).

Hal senada juga dikatakan beberapa warga lain. Mereka berharap jalan tol dibuat jalur jalan layang, sehingga tidak perlu menggusur pemukiman warga. Dengan demikian tidak berdampak pada kondisi sosial budaya masyarakat.

Selain itu, warga juga mengkhawatirkan kehidupan perekonimian mereka. Jika desa mereka terbelah jalan tol, dikawatirkan usaha kecil mereka akan surut, karena jumlah pengunjung menurun, sebab masyarakat lebih memilih lewat jalan tol dan tidak singgah ke desa-desa tersebut.

Bupati Klaten, Sri Mulyani sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pelaksana proyek pada akhir Januari 2019. Jalan tol tersebut akan melintasi sekitar 300 hektar lahan di 38 desa dari tujuh wilayah kecamatan. Meliputi Kecamatan Prambanan, Karangnongko, Kebonarum, Ngawen, Jatinom, Tulung, dan Polanharjo. Titik pertemuan jalan tol antara wilayah Klaten dan DIY, berada di ring road utara. Sedangkan pertemuan antara wilayah Klaten dan Boyolali diperkirakan berada di Kecamatan Tulung.

Bupati menjelaskan, dikarenakan pembangunan jalan tol tersebut merupakan program pemerintah pusat, maka pihaknya juga mendukung, dan meminta warga untuk ikut menyukseskan program tersebut. Jalan tol akan dibangun pada tahun 2020, dan pada tahun 2019 adalah tahap untuk pembebasan lahan.

Pemkab Klaten berencana membangun rest area mandiri, agar bisa dimanfaatkan untuk usaha kuliner maupun menjual produk-prodik UMKM. “Rencana ada exit tol, di Tempursari, Ngawen. Nanti kita buat rest area mandiri untuk memasarkan produk-produk Klaten,” kata Sri Mulyani. (Sit)