Hiburan Editor : Agus Sigit Sabtu, 09 Februari 2019 / 22:40 WIB

Pecah! Teater Kress Sukses Pentaskan Naskah Ora Wurung

Pagi itu, kekacauan terjadi di salah satu kantor kelurahan. Beberapa warga memadati kantor untuk mengadukan nasib hidupnya. Tak hanya satu dua orang saja, mereka silih berganti terus berdatangan.

Beragam kasus, ada yang melaporkan permasalahan ke aparat desa agar cepat diselesaikan. Ada warga yang sedang berusaha mengurus berkas catatan kematian. Terdapat pula pedagang asongan yang menawarkan barangnya sehingga menambah keramaian.

Ramai, gaduh, dan tak beraturan. Ketidak patuhan pada tata tertib membuat seluruh warga datang dengan seenaknya. Alhasil, kantor kelurahan pun tampak seperti pasar yang sedang padat pembeli.

Merasa kesal, pak Lurah selalu menegaskan untuk selalu disiplin terhadap peraturan yang dibuatnya. Namun, permasalahan desa tidak berhenti di situ. Kesalahan-kesalahan terus terjadi, baik dari lingkungan aparat desa maupun warganya.

Sepenggal kisah itulah yang berhasil memukau ratusan pasang mata Gedung Societed Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (09/02/2018) malam. Pertunjukkan Gelar Karya Tunggal #3 Teater Kress SMA Negeri 1 Sewon tersebut berhasil membuat takjub penonton yang hadir.

Naskah berjudul 'Ora Wurung' karya Erwito Wibowo sendiri dibawakan dengan balutan gelak tawa. Kisah klasik kehidupan itu disampaikan dengan sentuhan-sentuhan lelucon.

"Naskahnya itu sederhana, menceritakan tentang pegawai kelurahan dan warganya. Jadi spesial karena dikasih guyonan karena ini memang komedi," ujar ketua Teater Kress Muhamad Husain Fauzi (17) kepada KRjogja.com.

Pelatih Teater Kress Novrian Sandro (26) mengungkapkan, meski naskah 'Ora Wurung' tergolong fiksi tetapi cerita ini banyak yang dirasakan oleh masyarakat secara nyata. Seperti halnya permasalahan-permasalahan klasik birokrasi yang terus tejadi hingga sekarang.

"Candaannya menyinggung masalah sosial tapi dikemas secara ringan jadi penonton bisa menangkap pesan dengan mudah," tuturnya usai pertunjukkan.

Sandro menambahkan, naskah 'Ora Wurung' merupakan cerita sederhana namun banyak pesan yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai moral tidak hanya baik bagi lingkungan kelurahan, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Termasuk tentang bagaimana seseorang yang dituntut untuk lebih intropeksi diri terhadap kapasitasnya.

"Lebih man papan, jadi orang itu yang tau dirinya siapa dan kapasitasnya apa. Permasalahan kecil jangan dibesar-besarkan tetapi yang besar jangan dianggap kecil," imbuhnya.

Pertunjukkan yang berlangsung selama 1,5 jam ini pun tidak henti-hentinya memberikan suguhan tawa. Bahkan, penonton hanya memiliki sedikit waktu sebelum akhirnya harus tertawa lagi. "Nonton teater itu hiburan, ya kayak gini ini bisa ketawa-ketawa karena banyak aksi lucunya," papar Anggun Saraswati (18), salah satu penonton pertunjukkan. (MG-10)