DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 09 Februari 2019 / 23:11 WIB

PT Pusri Luncurkan Program CSR Beasiswa 'Anak Petani Jadi Sarjana'

YOGYA, KRJOGJA.com - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kembali meluncurkan salah satu program CSR unggulannya yakni program Beasiswa Anak Petani Jadi Sarjana. Program beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya bidang pendidikan.

Direktur SDM & Umum PT Pusri Palembang, Bob Indiarto mengatakan, beasiswa Anak Petani Jadi Sarjana memberikan peluang kepada anak-anak petani atau buruh tani yang secara ekonomi kurang mampu namun memiliki minat dan potensi akademik untuk meneruskan pendidikanya di bidang pertanian sampai dengan jenjang strata satu (S1). "Mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan biaya studi dan uang saku," terang Bob didampingi Manager Humas dan Staf disela sosialisasi di Kantor Dekanat Fakultas Pertanian (Faperta) UGM Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Bob, sejak diluncurkan tahun 2013, Program Beasiswa Anak Petani Jadi Sarjana telah berhasil meluluskan sejumlah anak petani/buruh tani di fakultas pertanian diberbagai perguruan tinggi negeri (PTN). Untuk semakin memperluas manfaat program beasiswa ini, tahun 2019 PT Pusri Palembang menambah kuota penerima beasiswa.

"Tahun 2018 kuota penerima beasiswa sebanyak 20 mahasiswa. Tahun 2019 ini kita tambah menjadi 45 mahasiswa," ujarnya. Adapun PTN yang menjadi mitra penyaluran beasiswa yakni Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, Universitas Bengkulu, Universitas Tanjungpura, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro.

Dengan adanya penambahan kuota penerima beasiswa ini, kata Bob, PT Pusri Palembang berharap akan semakin banyak anak petani/buruh tani yang siap menjadi generasi penerus bangsa yang ahli di bidang pertanian. Sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki kedaulatan pangan di sektor pertanian.

Dekan Faperta UGM Dr Jamhari menyambut baik adanya program beasiswa Anak Petani Jadi Sarjana ini. Menurutnya program beasiswa ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswanya, karena sebagian besar mahasiswa baru yang masuk ke Faperta UGM dari keluarga kurang mampu. "Jadi mahasiswa baru kurang mampu tidak perlu cuti kuliah, karena ada program beasiswa ini," katanya. (Dev)