Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 09 Februari 2019 / 13:31 WIB

Jalur Evakuasi Lereng Merapi Rusak Parah

KLATEN, KRJOGJA.com - Sejumlah ruas jalan lereng Merapi di wilayah Kabupatan Klaten rusak parah. Hal ini dikawatirkan menghambat proses evakuasi, saat terjadi erupsi Gunung Merapi.

Sehubungan dengan adanya luncuran awan panas, yang mencapai sejauh 2 kilometer mengarah ke Kali Gendol, pada Kamis lalu Plt Kepala BPBD Klaten Dodi Hermanu dan  jajaran meningkatkan kesiapsiagaan. Pihaknya mengunjungi masyarakat di wilayah kawasan rawan bencana (KRB). Selain itu juga melakukan pengecekan jalan, jalur evakuasi yang rusak parah tersebut.

Dodi Hermanu Sabtu (09/02/2019) mengemukakan, jalur terparah adalah di jalur tiga atau jalur timur yakni dari Desa Tegalmulyo menuju selter Demakijo, Kecamatan Karangnongko. Sedangkan untuk dua jalur lainya mengalami rusak parah sebagian, karena sebagian lainya sudah diperbaiki dengan konstruksi cor beton.

Dua jalur yang rusak sebagian namun dalam kondisi parah tersebut adalah, jalur barat dari Desa Balerante menuju ke selter Kebondalem, Prambanan dan jalur tengah dari Desa Sidorejo menuju selter Menden Kecamatan Kebonarum. “Untuk yang dari Tegalmulyo atau jalur tiga hampir seluruhnya kondisinya rusak parah, kalau dua jalur yag dari Balerante dan dari Siodorejo, sebagian masih bagus,” kata Dodi Hermanu.

Selain jalur utama tersebut, ada beberapa jalur alternatif yang biasa dilewati warga dalan aktivitas keseharianya menuju wilayah bawah. Lebih lanjut Dodiik Hermanu menjelaskan, terkait dengan kerusakan jalur evakuasi tersebut, Pemkab Klaten sudah mengajukan anggaran perbaikan ke pemerintah provinsi, karena APBD Klaten tidak memungkinkan untuk alokasi perbaikan jalur evakuasi secara penuh.

Jumlah pengajuan anggaran pada tahun 2018 sebesar Rp 111 miliar. Dari jumlah tersebut, yang disetujui sekitar Rp 7 miliar akan direalisasikan untuk perbaikan pada tahun ini.

Sejumlah warga di sekitar jalur evakuasi mengatakan, kerusakan jalur evakuasi tersebut salah satu faktor diduga akibat selalu dilewati truk-truk pengangkut tambang galian C. Kebanyakan truk-truk tersebut membawa muatan melebihi kapasitas sehingga mempercepat kerusakan jalan.

“Setiap hari, siang malam ribuan truk pasir lewat jalan ini. Muatanya sampai menjulang, tetapi di sini jarang ada petugas yang melakukan razia,” kata warga. (Sit)