Olahraga Editor : Ivan Aditya Sabtu, 09 Februari 2019 / 12:29 WIB

Bima Perkasa Hadapi Prawira Bandung

MALANG, KRJOGJA.com - Sabtu (09/02/2019) menjadi hari penting bagi tim BPD DIY Bima Perkasa Jogja dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) seri 7. Tim yang kini pindah ke Yogyakarta ini bakal menghadapi laga bersejarah karena kembali bermain di Malang yang notabene rumah lama tim dulu bernama Bima Sakti Nikosteel Malang ini.

Seri Malang ini terbilang cukup berat bagi Bima. Setelah menghadapi Prawira hari ini, Bima langsung akan menantang Satria Muda Pertamina yang juga terbilang tim mapan di IBL selama ini.

Namun begitu, tampaknya optimisme para pemain Bima mulai memuncak setelah adanya tautan sejarah bermain di Malang hingga peluang terbuka lebar untuk lolos ke fase playoff tahun ini.

"Perasaanku sangat bersemangat, apalagi kita main di Malang tempat dulu mencari ilmu. Secara nggak langsung mempengaruhi psikologis kita sebagai tim," tutur Alan Asadi salah satu pemain Bima kepada wartawan.

GOR Bima Sakti Malang yang akan digunakan dalam laga sore nanti terbilang cukup menarik untuk dicermati. Meski dahulu prestasi Bima saat berkandang di Malang tak begitu baik namun banyak hal berubah setelah tim tersebut berpindah ke Yogya ditangani pelatih sekaliber Raoul Miguel Hadinoto Eboss.

Eboss meminta anak asuhnya untuk tak terjebak percaya diri berlebih meski lebih akrab dengan atmosfer Malang. “Saya minta anak-anak fokus pada game plan dan hadapi satu per satu pertandingan karena di sisa seri semuanya penting. Semoga hasil baik menaungi kami petang nanti,” ungkap Eboss.

Setelah rangkaian seri Malang pada akhir pekan ini, tim BPD DIY Bima Perkasa akan menjadi tuan rumah pada seri terakhir IBL yang berlangsung pada 15-17 Februari 2019. Tiga pertandingan penentuan bakal dilakoni Bima untuk mencati tiga tempat terbaik lolos ke fase playoff IBL 2019. (Fxh)