DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 09 Februari 2019 / 11:18 WIB

BKK Cair Sebelum Pemilu

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2019 senilai Rp 24,1 miliar yang rencananya akan dicairkan sebelum pelaksanaan pemilu dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan dan berpotensi ditumpangi kepentingan politik. Pasalnya bantuan tersebut tidak merata dan tidak seluruh dusun di Gunungkidul menerimanya.

”Kami khawatir bahwa penyaluran bantuan ini berpotensi ditumpangi kepentingan politik karena itu pemerintah perlu hati-hati dalam penyaluran bantuan untuk masyarakat,”kata Ketua Solidaritas Kepala Desa se Kabupaten Gunungkidul, Sutiyono.

Menurutnya, masih banyak evaluasi mengenai program ini yakni mulai dari pelaksanaannya di tahun menjelang pemilu sehingga rawan ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan politik. Selain itu distribusi bantuan dianggap tidak objektif dan tidak tepat sasaran serta tidak merata.

Banyak desa yang sebenarnya membutuhkan namun tidak mendapat kucuran dana ini. Dia juga mengeluhkan berkaitan dengan kepastian adanya BKK untuk desa tersebut.

”Kami berharap program BKK tersebut bisa disesuaikan dengan program murni desa. Jika memang akan rutin setiap tahun, harusnya program ini dibicarakan di awal perencanaan desa sehingga bisa masuk dalam APBDes,”imbuhnya.

Sementara Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa ‘Semar’ Gunungkidul, Bambang Setiawan mengungkapkan bahwa dia tidak mengetahui banyak perihal distribusi BKK. Kepala Desa Kepek, Kecamatan Wonosari tersebut kini masih menunggu perkembangan terkait pencairan dana BKK ini.

Desa Kepek sendiri berdasarkan informasi yang diterima akan mendapatkan bantuan untuk 5 dusun. ”Tapi kita memilih untuk menunggu petunjuk teknis dari Pemkab Gunungkidul terkait mekanisme pencairannya akan seperti apa,”ucapnya.

Terpisah mantan Assek Bidang Kesra Pemkab Gunungkidul Tommy Harahap SH MH mengatakan, penyaluran BKK harus dilakukan secara prosedural dan agar terhindar dari adanya desakan yang mengabaikan aturan. (Bmp)