Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 09 Februari 2019 / 03:31 WIB

Serangan Siber Makin Marak, BSSN Siap Menghadang

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memiliki rencana untuk menyiapkan deteksi dini serangan siber yang lebih baik di masa depan. Hal itu ditunjukkan dengan rencana pemasangan sensor Honeypet yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sekadar informasi, Honeypet merupakan sistem yang dirancang oleh Honeynet untuk menjebak penyerang atau hacker sebab memiliki kemiripan dengan sistem asli. Lalu, sistem ini akan merekam interaksi penyerang sebagai sumber informasi untuk mempelajari teknik yang dipakai.

Saat ini, sensor Honeypet yang sudah tersebar di enam provinsi dengan jumlah 21 buat. Untuk itu, BSSN bekerja sama dengan Honeynet bakal menambah jumlah sensor Honeypot hingga tersedia merata di 34 provinsi seluruh Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan.

"Dengan sistem deteksi dini serangan siber yang lebih baik, kerugian yang mungkin terjadi dapat dihindari," tutur Direktur Deteksi dan Ancaman BSSN, Sulistyo dalam keterangannya kepada media, Kamis (7/02/2019) malam.

Terlebih, melalui kerjasama dengan Indonesia Honeynet Project, Sulistyo menuturkan pihaknya dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara kerja malware atau sistem berbahaya. Penelitian itu juga didukung ratusan relawan yang ikut serta.

Rencananya, sensor ini akan disematkan di beberapa tempat, seperti kantor pemerintah daerah atau universitas. Namun, untuk lokasi di tiap-tiap wilayah masih akan dipetakan lebih dulu. 

"Selain universitas dan pemerintah daerah, kami juga akan menaruhnya di Internet Service Provider (ISP), sehingga ada penyerangan dapat terdeteksi. Tujuannya sekali lagi agar saat ada serangan bisa kita antisipasi," tutur Indonesia Honeynet Project Chapter Lead Charles Lim.

Menurut Lim, pemerintah Indonesia saat ini sudah mulai sadar dengan proteksi terhadap serangan siber. Karenanya, dengan kesadaran ini memungkinkan alokasi dana yang lebih banyak untuk menjamin pendeteksian dini serangan siber, terlebih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Kendati demikian, dia mengaku Indonesia masih ketinggalan dengan negara lain, seperti Taiwan. Alasannya, negara kecil seperti Taiwan kini memiliki 6.000 sensor untuk deteksi serangan siber.(*)