DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 08 Februari 2019 / 11:53 WIB

KORBAN ALAMI LUKA BACOK

Bentrok Antar Geng, Dua Pelajar Dibekuk

GONDOKUSUMAN, KRJOGJA.com - Enam anggota geng pelajar diringkus petugas gabungan Polda DIY dan Polsek Gondokusuman Yogya, Rabu (6/2). Dua orang ditetapkan sebagai tersangka setelah membacok pelajar lain yang kabur dari kejaran mereka di Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta.

Para pelaku yang masih berstatus pelajar SMA swasta di Yogya itu sebelumnya terlibat bentrok dengan geng pelajar lain di Ringroad Utara, Depok, Sleman. Keduanya adalah Ag (20) dan Ye (17) warga Gendeng, Baciro, Gondokusuman, Yogya. Keduanya diduga kuat membacok Ardian Kusuma (18) pelajar warga Piyungan Bantul dan menyebabkan korban luka bacok di punggung kanan.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo didampingi Kapolsek Gondokusuman Kompol Bonifatius Slamet kepada wartawan, Kamis (7/2) menjelaskan, tersangka dan korban sama-sama anggota geng pelajar dari sekolah berbeda. Kedua geng tersebut sudah memiliki masalah sejak lama. Lalu pada Jumat (1/2) pukul 02.00, mereka sepakat tawuran di Ringroad Utara. Saat itu ada puluhan anggota geng yang terlibat. Mereka saling serang menggunakan bermacam senjata tajam. "Mereka sempat bentrok di Ringroad Utara. Lalu geng korban melarikan diri ke arah Gejayan dan dikejar oleh geng tersangka,” kata Hadi.

Aksi kejar-kejaran berlangsung dari kawasan Ringroad Utara ke arah selatan lewat Gejayan. Geng pelajar korban kocarkacir dan berpencar menyelamatkan diri masing-masing Nahas bagi korban Ardian Kusuma. Dia tertinggal dari rombongan temannya saat kabur. Karena panik dikejar pelaku, korban jatuh dari motor di depan kantor Jamsostek Jalan Urip Sumoharjo Yogya. Korban langsung mencari pertolongan dengan naik pagar kantor Jamsostek. Namun, kelompok tersangka tidak memberi ampun.

Saat korban memanjat pagar, dia dibacok di punggung kanan oleh kedua pelaku menggunakan clurit. Ia kemudian ditolong satpam dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan para pelaku kabur begitu mengetahui korban dapat menyelamatkan diri. "Kondisi korban luka bacok sedalam 4 cm dengan lebar 4 cm. Ia sempat dirawat di rumah sakit dan kabarnya sudah membaik,” jelas Hadi.

Kapolsek Gondokusuman Kompol Slamet menambahkan, setelah kondisi korban membaik, dia kemudian lapor polisi. Polisi langsung melakukan pemeriksaan dan mendapat petunjuk identitas tentang kelompok pelaku. Namun saat hendak dibekuk, anggota geng pelajar ini sempat menghilang.

Hingga akhirnya pada Rabu (6/2), polisi gabungan dari Polsek Gondokusuman dan Tim Progo Sakti Polda DIY berhasil meringkus 6 pelaku. ”Dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka sedangkan 4 lainnya sebagai saksi. Tersangka merupakan eksekutor yang membacok korban,” tandasnya.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan 8 sajam, 4 gir modifikasi, 2 helm, 3 motor, 2 jaket dan 6 HP. Sajam terdiri dari 5 clurit, 2 pedang dan 1 gergaji modifikasi. Satu clurit digunakan tersangka Ar untuk membacok korban. Tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5
tahun 6 bulan penjara. (Riz)