DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 08 Februari 2019 / 14:05 WIB

Matangkan Masterplan, Kemenpar Cegah Terjadinya Kebocoran

YOGYA, KRJOGJA.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mematangkan penyusunan masterplan pembangunan pariwisata berkelanjutan, terintegrasi dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Penyusunan masterplan terintegrasi ini untuk mencegah terjadinya kebocoran di sana-sini.

Demikian ditegaskan Deputi Bidang Pembangunan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Dra Giri Adanyani MSc usai bersilaturahmi dengan Gubernur DIY SultanHamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis (7/2)

Ditegaskan Giri, penyusunan masterplan melibatkan seluruh stakeholder alias semua pentahelix seperti akademisi, industri, komunitas, pemerintah dan media dengan baik. "Pengembangan pentahelix tersebut juga membutuhkan komitmen dari Kepala Daerah," tandasnya.

Sedangkan Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas, Teguh Sambodo menyatakan, pemerintah akan mempercepat 3 daerah destinasi prioritas dari 10 destinasi yang sudah ditetapkan. Salah satunya Borobudur,
Yogyakarta dan Prambanan.

"Kami sengaja bertemu Sri Sultan HB X untuk minta arahan dan mengetahui visi DIY terkait pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan. Mengingat semua ini menjadi titik awal di Kawasan Joglosemar," kata Teguh.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengingatkan, sekarang yang perlu dilakukan tidak hanya Borobudur, tapi bagaimana Yogyakarta dan Jateng bisa tumbuh dan berkembang bersama. "Tentunya nantinya akan berkaitan dengan infrastruktur kelembagaan, pemasaran, manajemen pengorganisasian serta beberapa hal lainnya," ujarnya.

Diingatkan Sultan, saat ini yang penting bagaimana Borobudur sebagai tujuan wisata ini tidak ada persoalan lagi antara Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Tidak hanya geografis, tapi bicara objek. Dengan begitu yang berkembang
nantinya tidak hanya Borobudur, tapi Yogyakarta dan Jawa Tengah berkembang bersama." tegas Sultan. (Ira/Ria)