Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 08 Februari 2019 / 04:30 WIB

Bangun Jalan Tol Kok Pakai Utang? Begini Penjelasannya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Masifnya pembangunan infrastruktur untuk jalan tol yang menggunakan utang atau pinjaman banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Bahkan, hal ini sering dikaitkan dengan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola proyek infrastruktur.

Head of Corporate Finance Jasa Marga Eka Setya Adrianto dalam keteranganya kepada media memberikan pandangan lain terkait utang tersebut. Menurutnya, berutang merupakan tanda bahwa perseroan atau Indonesia dipercaya untuk menggarap suatu proyek.

"Orang berutang itu berarti mereka punya trust. Investor tentu enggak mau minjemin duitnya kalau besok Indonesia bubar kan? Tidak semudah itu," jelasnya, Kamis (7/2/2019).

Eka menggambarkan, kegiatan berutang sama saja dengan seseorang yang ingin membeli rumah. Dikatakan jika seseorang tidak mungkin membeli rumah langsung secara tunai (cash).

"Sama sajalah dengan orang beli rumah. Saya rasa orang beli rumah enggak ada yang cash. Nah, idealnya kan sepertiga dari penghasilan kita. Kalau lebih tinggi, itu yang problem," ujarnya.

Eka menambahkan, karakter bisnis infrastruktur sendiri memang membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu, lini bisnis pada sektor ini perlu dinilai secara berbeda dengan industri lain.

"Infrastruktur kan memang nafasnya panjang, butuh waktu dia bisa service debt-nya tapi again infrastruktur itu bisnis yang menarik karena sudah berkali-kali terkena paparan krisis seperti 2015 tapi revenue stream-nya tetap tinggi, tumbuh. Selama kita butuh transportasi, maka itu akan well-protected dari investor," tandas dia.(*)