Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Jumat, 08 Februari 2019 / 07:10 WIB

Unissula Jalin Kerjasama dengan Pemkab Blora

BLORA, KRJOGJA.com - Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang bersama Pemkab Blora melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Acara penandatanganan MoU dilakukan di Kantor Bupati, Kamis (07/02/2019) oleh Bupati Djoko Nugroho dan Rektor Unissula Ir Prabowo Setiyawan MT PhD,  dihadiri beberapa Kepala OPD terkait dan jajaran pimpinan Unissula.

Dalam sambutannya, Rektor Unissula, mengatakan bahwa perguruan tinggi mempunyai tiga tugas utama, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kedatangannya ke Blora ingin melaksanakan tiga tugas utama tersebut.

“Salah satu hadits menerangkan bahwa sabaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk sekitarnya. Begitu juga dengan Unissula, kami ingin memberikan manfaat untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Blora melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian. Yang salah satunya akan diwujudkan dengan pelaksanaan program KKN,” terangnya.

Selama ini, Unissula sudah melakukan MoU dengan beberapa Kabupaten, diantaranya menerjunkan mahasiswa KKN di Kabupaten Semarang dan Jepara. Harapannya dalam waktu dekat, Blora juga bisa menjadi lokasi KKN mahasiswa Unissula.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho menyambut baik program yang akan dilaksanakan Unissula. “Terimakasih kepada Unissula datang ke Blora untuk menjalin kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan program tersebut bisa membantu Pemkab dalam mengatasi masalah yang ada, seperti kemiskinan, stunting dan bisa mencegah pernikahan dini,” ujarnya.

Dakuinya, angka pernikahan dini di Kabupaten Blora masih tinggi. Orang desa kebanyakan malah bangga ketika anak gadisnya dilamar laki-laki meskipun belum cukup umur. Pola pikir seperti inilah yang harus diubah.

“Jika pernikahan dini terjadi, bukan tidak mungkin anak yang dilahirkan nanti akan memiliki potensi stunting. Karena rahim ibu yang belum siap untuk dibuahi sehingga pertumbuhan janin tidak maksimal, akhirnya anak yang dilahirkan mengalami keterlambatan pertumbuhan baik secara fisik maupun mental,” terang bupati. (Tas)