DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 07 Februari 2019 / 21:12 WIB

Pemerintah Gulirkan Program Mitra Petani

PIYUNGAN, KRJOGJA.com - Pemerintah membuka peluang bagi rakyat Bantul untuk menjadi petani kopi di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Program tersebut setelah pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Kapal Api Global menggulirkan program Mitra Petani. 

Setiap kepala keluarga (KK) yang ikut program diberi lahan garapan seluas 2 haktare.  Dalam  program mitra petani kerjasama Pemerintah Bantul dan Kapal Api Global ini petani tidak perlu membuka lahan baru. Perusahaan sudah menyediakan lahan yang sudah ada tanaman kopi siap panen. 

"Yang mendesak dibutuhkan untuk program mitra tani dengan sebanyak 20 orang, sudah ada lahan dan tanaman kopi di Toraja," ujarnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul , Drs Sulistiyanto MPd didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Perluasan Kerja dan Transmigrasi  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul,  Istirul Widilastuti SIP MPA dalam sosialisasi penempatan tenaga kerja di Balai Desa Dlingo Bantul, Kamis (7/8).

Sulistiyanto mengatakan, dalam program mitra tani itu peserta diberi tempat tinggal, lahan garapan untuk dirawat selama tinggal diperkebunan. Tetapi lahan tersebut memang tidak menjadi hak milik dari peserta program, hanya boleh dikerjakan selama tinggal di Tana Toraja.  Sementara untuk syarat bisa ikut program ini sudah menikah, usia 25 -40 tahun. 

"Semua peserta biaya perjalanan akan ditanggung perusahaan, sehingga saat berangkat tidak perlu mengeluarkan biaya.   Ketika sudah setahun berada di perkebunan perusahaan akan menanggung biaya mudik," ujar Sulistiyanto. (Roy)