Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 08 Februari 2019 / 13:06 WIB

Sampai 2018, Jasa Marga Operasikan 1000 KM Jalan Tol


JAKARTA, KRJOGJA.com - Head of Corporate Finance Jasa Marga,  Eka Setya Adrianto, hingga 2018 Jasa Marga telah mengoperasikan 1.000 km jalan tol di seluruh Indonesia, dengan 33 ruas tol. 

Dari 33 ruas tol ini transaksi yang dilakukan di jalan tol mencapai 1 miliar transkasi per tahun. Sedangkan pada tahun 2019 ini, diperkirakan 1.300 km jalan tol yang akan beroperasi Jasa Marga dengan jumlah transaksi diperkirakan mencapai 1,5 miliar transaksi.

Menyinggung tentang  keluhan pelaku angkutan logistik yang merasa tarif tol kemahalan, Eka mengatakan, perseroan masih mengkaji besaran tarif tol yang disebut kemahalan ini. Pasalnya, sebagai perusahaan terbuka JSMR harus menyeimbangkan antara keinginan investor dengan pengguna jalan.

"Kita selalu mengkaji (besaran tarif), kita selalu melihat segala concern karena kita BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Tapi again kita harus balancing antara keinginan pengguna jalan dengan investor karena kita perusahaan publik,” tegasnya.

Eka menilai sebelum penetuan tarif awal, juga telah melakukan kajian kemampuan bayar para pengguna jalan juga keinginan tender. Dengan demikian, tarif tol yang sekarang berlaku seharusnya sudah sesuai dengan pengguna jalan tol. "Waktu kita hitung tarif kan sudah berdasarkan tender, dan lainnya. Itu pilihan, kalau mereka merasa mahal lewat luar (jalan non tol), kalau merasa advantage lewat dalem," katanya.

Karena itu, kata Eka angkutan logistik seharusnya tidak mempermasalahkan besaran tarif tol saat ini. Pasalnya, meski tarif agak mahal namun waktu yang dibutuhkan untuk ke tempat tujuan bisa lebih cepat ketimbang melalui jalan arteri. Bahkan, angkutan logistik tentu kecepatan waktu tempuh akan membantu percepatan produktivitas. Sebab, semakin cepat waktu perjalanan maka barang yang diangkut akan semakin banyak sehingga seharusnya tarif ini tidak membuat rugi.

"Seharusnya secara productivity itu mungkin dia bayar tarif tapi kalau dapat revenue dua kali lipat karena bisa bolak balik lebih cepat harusnya bisa di-balancing cost-nya, karena jarak tempuhnya lebih cepat setengahnya." Ujarnya. (Lmg)