Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 07 Februari 2019 / 21:31 WIB

Biayai Jalan Tol, Pemerintah Butuh Rp1.231 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kebutuhan pembiayaan infrastruktur khususnya jalan tol  di Indonesia hingga 2030 mencapai Rp 1.231 triliun. Angka ini meningkat tajam bila dibandingkan pada tahun 2016 yang hanya Rp 388,3 triliun meningkat pada tahun 2018 m3njadi Rp 410,7 triliun. Sedangkan pada tahun 2010 hanya Rp 86 triliun.

Tingginya kebutuhan, tidak sepenuhnya berasal dari APBN. Namun diperlukan pendaan dari non APBN, kerja sama pemerintah dengan swasta atau bank BUMN serta lembaga keuangan serta sumber pendanaan lain. Bank Mandiri  sebagai bank BUMN ikut serta dalam pembiayaan ini. Hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit untuk jalan tol  sebesar Rp 15,9 triliun, atau meningkat dari bulan Juni 2018 yang mencapai Rp 10,6 triliun.

"Pembiayaan infrastruktur itu jangka panjang hingga. Bank Mandiri telah menyalurkan untuk pembiayaan infrastruktur terutama  jalan tol hingga 31 Desember  2018 mencapai Rp 15,9 triliun, meningkat cukup signifikan dari Juni 2018 yang hanya Rp 10,6 triliun, “ kata Senior Vice President Bank Mandiri Yusak L.S. Silalahi pada acara diskusi media gathering Pusat Studi BUMN, di Jakarta, Kamis (7/2).

Dikatakan,  bila dibandingkan dengan tahun 2017, penyaluran pembiayaan untuk jalan tol sebesar Rp 7,4 triliun, sehingga pembiayaan pada 2018 mengalami peningkatan sebesar 90 persen.

Menurutnya, pembiayaan infrastruktur secara nasional pada tahun 2010 mencapai Rp 121 triliun, sedangkan pada tahun 2018 sekitar Rp 452 triliun dan pada tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp 544 triliun.

Yusak menambahkan, pihaknya pada tahun 2019 ini juga terus menggenjot penyaluran kredit jalan tol miliknya. Pada tahun ini saja dirinya menyebut telah melakukan beberapa pembahasan dengan beberapa kontruksi BUMN guna melanjutkan pembiayaan infrastruktur. Adapun pembiayaan ini didominasi oleh penyaluran kredit pada pembangunan tol Trans Jawa. (Lmg)