Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 07 Februari 2019 / 20:56 WIB

Terus Meroket, Kasus DBD di Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com - Jumlah laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sragen terus mengalami peningkatan. Hingga awal Februari 2019, jumlah laporan kasus sudah mencapai 785 kasus. Angka itu merupakan data yang masuk dari rumah sakit maupun Puskesmas di 20 kecamatan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen. 

Kepala Dinkes Sragen, Kamis (7/2) Hargiyanto mengungkapkan, hingga saat ini data kasus DBD yang dilaporkan sudah mencapai angka 785. Namun data itu masih perlu diverifikasi kembali untuk memastikan apakah kasusnya termasuk DD atau DBD.

Menurut Hargiyanto, dari laporan yang masuk, angkanya memang terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, tren kasus yang dilaporkan setiap harinya sudah mengalami penurunan. "Jumlahnya memang terus bertambah, tapi trennya laporan kasus per harinya mengalami penurunan. Jika sebelumnya sehari ada laporan kasus sebanyak 80 laporan, tetapi sekarang sudah menurun," ungkapnya.

Penurunan tambahan kasus itu, jelas Hargiyanto, tak lepas dari upaya sosialisasi dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang digencarkan sejak awal bulan Januari. Menurutnya sekarang setiap Jumat, seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) digerakkan untuk PSN hingga ke kecamatan. "Sudah ada edaran dari Sekda soal PSN serentak. Lalu bupati juga menerbirkan SE untuk gerakan PSN serentak," tandasnya.

Dari 785 laporan kasus yang masuk, lanjut Hargiyanto, menyebar di 20 kecamatan. Lima kecamatan dengan angka kasus tertinggi adalah Mondokan, Sumberlawang, Miri, Tangen dan Gemolong. (Sam)