Hiburan Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 07 Februari 2019 / 04:44 WIB

Aruna dan Lidahnya Tampil di Berlin

JAKARTA, KRJOGJA.com - Dua film Indonesia akan hadir di festival film bergengsi yang diadakan di Berlin. Tahun ini, Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) akan dilaksanakan yang ke-69 kalinya dan sejak tahun 1978 rutin diadakan di bulan Februari. 

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung dua film Indonesia yang terpilih dan diharapkan menjadi multiplier effect bagi subsektor ekonomi kreatif lainnya. "Ada dua hal yang diupayakan Bekraf untuk mendukung film Indonesia di festival film ini, yaitu promosi dan investasi,” ujar Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak. 

Menurut Joshua, dalam bidang promosi, Bekraf mendukung film Aruna dan Lidahnya untuk program Culinary Cinema. Film ini akan diputar pada tanggal 11 dan 12 Februari 2019 di dua venue festival, yaitu Groupious Bau Cinema dan CUBIX Cinema, Alexanderplatz. Sesuai dengan fokus Culinary Cinema yang ingin memberikan pengalaman menonton bukan hanya melalui audio visual tetapi juga dapat dirasakan lidah, para penonton film akan diajak mencicipi kuliner Indonesia yang terinspirasi dari film. 

Dalam program ini, 200 orang penonton dari berbagai penjuru dunia akan berkesempatan mencicipi makan malam, sebanyak 5 course meal akan disiapkan. Panitia Culinary Cinema Berlinale menunjuk chef yang ada di Berlin untuk menyajikan makanan hasil interpretasi atas kuliner Indonesia lewat film Aruna dan Lidahnya kepada penonton. 

Sejalan dengan Joshua, Produser Film Aruna dan Lidahnya, Meiske Taurisia mengungkapkan, diharapkan kehadiran film Aruna dan Lidahnya di festival film ini dapat menjadi gerbang informasi dan pengalaman merasakan budaya Indonesia, lewat tontonan dan kulinernya. 

“Dengan begitu, masyarakat internasional dapat tergugah serta tertarik untuk merasakan sendiri pengalaman tersebut dengan cara berkunjung ke Indonesia. Lebih dari itu, pemutaran film Aruna dan Lidahnya di Culinary Cinema juga diharapkan dapat membuka kerjasama produksi film internasional di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam bidang investasi, Joshua menuturkan, Bekraf bekerjasama dengan Torino Film Lab (TFL) membantu sineas Indonesia masuk ke pasar film global. Tahun 2017 menjadi tahun pertama kerjasama Bekraf dan TFL mengirimkan dua project film Indonesia dalam Torino Film Festival di Turin, Italia. 

Kegiatan ini berupa penyediaan akses bagi para pembuat film Indonesia untuk belajar bersama maestro di bidang produksi film dunia. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan exposure atas ide film yang diharapkan dapat menciptakan ketertarikan dari stakeholder perfilman. (*)