Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 06 Februari 2019 / 17:10 WIB

Festival Durian Randulanang Digelar, Pengunjung Malah Kecewa

KLATEN, KRJOGJA.com - Sejumlah pengunjung festival durian di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom Klaten, Rabu (6/2/2019) kecewa, karena durian  yang dibagikan gratis kualitasnya jauh dari harapan.  

Beberapa pengunjung mengaku mendapatkan satu kemasan kecil berisi sekitar lima biji durian, dengan menukarkan satu voucher yang sudah disediakan oleh panitia. “Dapat satu pack tapi gak enak, kecil-kecil dan anyep. Masuknya juga bayar Rp 3 ribu,” kata Dika dan beberapa temannya.

Semula mengira akan menikmati secara gratis durian yang berkualitas bagus dan manis, ternyata sebagian pengunjung hanya mendapatkan durian kecil-kecil dengan daging yang tipis dan tidak manis, yang sudah dimasukkan dalam kemasan.

“Pada event selanjutnya sebaiknya panitia membagikan buah durian yang bagus dan manis, karena ini kan ajang promosi. Kalau yang dipromosikan tidak manis dan kecil-kecil kan gak menarik,” tambahnya.

Erna, penjual durian di pinggir jalan lapangan Randulanang mengatakan, harga durian saat festival cenderung lebih mahal dibanding hari-hari biasa. “Pas acara begini harga lebih mahal, karena para petani  minta harga naik. Biasanya yang kecil hanya Rp 25 ribu sekarang jadi Rp 40 ribu, yang sedang berkisar Rp 50 hingga Rp 70 ribu, dan yang besar sekitar Rp 120 ribu,” kata Erna.  

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap festival durian tersebut akan bisa mengangkat potensi-potensi yang ada di wilayah Jatinom, khususnya durian dan buah-buahan yang lain. Dengan demikian akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Ia juga berharap nantinya dibuat monumen durian di Randulanang.  

Camat Jatinom, Sip Anwar mengemukakan, festival tersebut dibiayai dengan dana APBD. Selama setahun ada  dua musim panen, yakni Januari-Pebruari, dan antara bulan Oktober-Nopember. Dikarenakan periode kedua hasil panen buah sedikit, maka festival dilakukan pada awal Pebruari.

Sejumlah desa penghasil durian di Jatinom antara lain, Desa Beteng, Randulanang, Temuireng, Kayumas, Bandungan, Socakangsi, Tibayan, dan Desa Glagah.

Festival kemarin merupakan yang kedua kali dilakukan di lapangan Randulanang. Sebelumnya juga pernah diadakan festival durian. Yakni dua kali di UPTD pertanian, dan sekali di kecamatan Jatinom.

Dalam festival kali ini dibagikan sebanyak 1.700 buah durian. Durian tersebut dibelah, diambil buahnya dan dijadikan sekitar 5.500 pack, lalu dibagikan pada masyarakat secara gratis dengan sistem voucher.(Sit)